Sebagai gantinya, alokasi anggaran itu akan dialihkan untuk Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan Kementerian Ketenagakerjaan.
Hal tersebut disampaikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy usai rapat terbatas pagu indikatif RAPBN 2020 di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (15/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebab, anggaran beberapa program utama pemerintah dimasukkan ke anggaran Kemendikbud, namun program tersebut sejatinya bisa dieksekusi oleh kementerian lain karena bersinggungan.
"Karena klasifikasi revitalisasinya berat, itu diserahkan ke Kementerian PUPR, tapi untuk revitalisasi ringan masih di bawah Kemendikbud," ungkap Muhadjir. '
Selain beralih ke Kementerian PUPR, Muhadjir mengatakan anggaran kementeriannya juga beralih ke Kementerian Ketenagakerjaan dan Kementerian Perindustrian. Sebab, kedua kementerian bersinggungan dengan program vokasional.
[Gambas:Video CNN]
Namun, ia belum merinci berapa jumlah pengalihan anggaran tersebut.
Kendati anggaran kementeriannya bakal dipangkas, namun Muhadjir memastikan bahwa pemerintah tetap memberikan porsi 20 persen APBN untuk sektor pendidikan. Pemerintah akan tetap memberikan alokasi anggaran pendidikan melalui transfer ke daerah.
Sayangnya, ia enggan merinci berapa total anggaran untuk sektor pendidikan pada tahun depan. "Transfer ke daerah untuk fungsi pendidikan tetap naik drastis. Apalagi peningkatan SDM menjadi prioritas kabinet periode kedua," tandasnya. (uli/bir)