Sri Mulyani: Anggaran KIP Kuliah Naik Jadi Rp12,4 Triliun

CNN Indonesia | Senin, 15/07/2019 20:13 WIB
Sri Mulyani: Anggaran KIP Kuliah Naik Jadi Rp12,4 Triliun Menteri Keuangan Sri Mulyani. (CNN Indonesia/Hesti Rika Pratiwi).
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) mengalokasikan anggaran senilai Rp12,4 triliun dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2020 untuk program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah.

Hal ini disampaikan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani usai rapat terbatas mengenai pagu indikatif RAPBN 2020 di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (15/7).

Sri Mulyani mengatakan pemerintah semula sudah menggelontorkan anggaran sekitar Rp4,8 triliun untuk program beasiswa bidik misi kepada calon mahasiswa di dalam negeri. Anggaran itu diberikan untuk membiayai kebutuhan pendidikan perguruan tinggi bagi 360 ribu mahasiswa.

Namun, dalam rangka perluasan program ke KIP Kuliah, pemerintah menambah alokasi anggaran tersebut sebesar Rp7,6 triliun. Penambahan anggaran itu diperkirakan cukup membiayai kebutuhan dana pendidikan bagi 420 ribu mahasiswa.


"Jadi, totalnya mencapai 780 ribu mahasiswa yang mendapatkan beasiswa. Artinya, ada dua kali lipat beasiswa untuk KIP Kuliah (dari program sebelumnya)," ungkapnya.

Bahkan, mantan direktur pelaksana Bank Dunia itu memastikan anggaran KIP Kuliah bakal meningkat pada tahun-tahun berikutnya. Hal ini sejalan dengan perhatian penuh dari presiden terhadap kelangsungan pendidikan anak-anak di Tanah Air.

Sepanjang masa kampanye pada beberapa bulan lalu, Jokowi kerap mengenalkan KIP Kuliah kepada masyarakat. Kartu itu nantinya bisa digunakan para pelajar untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi, baik di dalam maupun luar negeri.

Kartu ini merupakan pelengkap dari program kartu di bidang pendidikan yang sebelumnya sudah dikeluarkan mantan gubernur DKI Jakarta itu, yaitu untuk jenjang pendidikan SD, SMP, hingga SMA.


(uli/bir)