Dengan realisasi pertumbuhan ekonomi kuartal I 2019 sebesar 5,07 persen, proyeksi pertumbuhan ekonomi kuartal II diperkirakan hanya 5,13 persen. Proyeksi tersebut lebih rendah dari realisasi kuartal II 2018 yang mencapai 5,27 persen.
Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan perekonomian dunia pada paruh pertama tahun ini mendapat tekanan dari eskalasi perang dagang antara AS-China. Kondisi itu berimbas pada pertumbuhan ekonomi berbagai negara, termasuk Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, kinerja ekspor dan impor juga mengalami kontraksi. Adapun belanja pemerintah masih tetap berkontribusi terhadap perekonomian.
"Kami juga akan melihat dari pos pemilu apakah ada pengaruh dari sisi psikologis, kepercayaan," ujarnya.
Dari sisi perdagangan internasional, kinerja ekspor diperkirakan akan sedikit membaik dibandingkan kuartal I. "Faktor negatif dari eksternal kemungkinan lebih rendah (dibandingkan kuartal I) sehingga mungkin, faktor domestik dari konsumsi, investasi, dan belanja pemerintah tidak dikurangi dari faktor eksternal di mana net ekspor negatif di kuartal I," ujarnya.
[Gambas:Video CNN]
Ani yakin pertumbuhan ekonomi akan mengalami akselerasi pada paruh kedua tahun ini dengan tingkat pertumbuhan 5,2 persen. Terlebih, biasanya penyerapan belanja pemerintah akan lebih kencang pada semester II 2019.
Meski demikian, sepanjang tahun ini pertumbuhan ekonomi diperkirakan hanya bisa menyentuh 5,2 persen atau di bawah target APBN 2019 yang dipatok 5,3 persen.
(sfr/agt)