Produksi Minyak Pertamina Semester I Sentuh 413 Ribu Barel

CNN Indonesia | Jumat, 19/07/2019 11:26 WIB
Produksi Minyak Pertamina Semester I Sentuh 413 Ribu Barel Ilustrasi. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Pertamina (Persero) mencatat total produksi minyak sebanyak 413 ribu barel per hari (BOPD) dan produksi gas sebesar 2.856 MMSCFD pada sepanjang paruh pertama tahun ini. Sementara, jumlah realisasi produksi siap jual (lifting) minyak sebesar 371 ribu barel per hari (BOPD) dan gas 2.154 MMSCFD.

Direktur Hulu Pertamina Dharmawan H Samsu mengatakan realisasi itu ditopang oleh produksi sejumlah lapangan minyak dan gas (migas) yang sudah melebihi target hingga semester I 2019. Beberapa contohnya, yakni PHE Ogan Komering, PHE Jambi Merang, dan JOB Pertamina-Medco EP Tomori Sulawesi.

"Produksi ini memberikan kontribusi signifikan kepada pemenuhan energi nasional. Ini didukung kinerja anak usaha Pertamina di bidang hulu," ucap Dharmawan, Kamis (18/7).



Bila dirinci, realisasi produksi migas di PHE Ogan Komering selama enam bulan pertama tahun ini sebesar 1.377 BOEPD, sedangkan targetnya sebesar 905 BOEPD.

Lalu, PHE Jambi Merang menargetkan dapat memproduksi migas sebanyak 15.712 BOEPD, tapi realisasinya kini menyentuh 15.767 BOEPD. Sementara, produksi yang dihasilkan lapangan migas JOB Pertamina-Medco EP Tomori Sulawesi sebanyak 66.134 BOEPD, lebih tinggi dari target yang ditetapkan sebesar 59.640 BOEPD.

"Kami terus meningkatkan produksi migas khususnya dengan mengelola sumur yang sudah matang dan menerapkan teknologi terbaru," kata dia.


Lebih lanjut, Dharmawan menyatakan lifting minyak di sejumlah lapangan milik Pertamina telah melebihi target di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Lapangan PHE Ogan Komering (OK) misalnya, mencatatkan lifting minyak sebesar 1.684 BOPD atau setara 128 persen dari target lifting APBN.

"Lalu JOB Pertamina-PetroChina Salawati mencapai 159 persen dari target dan PHE Raja Tempirai dengan capaian 139 persen," jelas Dharmawan.

Ia menambahkan total investasi yang disiapkan untuk sektor hulu tahun ini sebesar US$2,6 miliar. Angka itu setara dengan 60 persen dari total investasi Pertamina yang sebesar US$4,2 miliar. (aud/agi)