BI Yakin Penurunan Bunga Acuan Gairahkan Pasar Modal

CNN Indonesia | Sabtu, 20/07/2019 14:38 WIB
BI Yakin Penurunan Bunga Acuan Gairahkan Pasar Modal Ilustrasi. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Medan, CNN Indonesia -- Bank Indonesia (BI) menilai pemangkasan suku bunga acuan akan menarik lebih banyak investor masuk ke pasar modal. Penurunan suku bunga tersebut akan membuat investor cenderung melihat prospek pertumbuhan ekonomi domestik yang lebih baik ke depan.

Sebelumnya, pekan ini, BI memangkas BI 7 Days Reverse Repo Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,75 persen. Penurunan diambil setelah bank sentral menahan suku bunga di level 6 persen selama delapan bulan.

Penurunan dilakukan untuk mendorong laju perekonomian domestik.


"Mudah-mudahan (pemangkasan suku bunga acuan) ini akan mendorong aliran modal masuk lebih banyak dan cenderung mendorong rupiah menguat," ujar Deputi Gubernur BI Dody Budi Waluyo di Medan, Jumat (19/7).


Dody mengungkapkan investor di pasar modal memiliki dua pilihan instrumen yaitu surat utang dan saham. Investor surat utang akan memperhatikan suku bunga acuan karena akan mempengaruhi imbal hasilnya ke depan.

Penurunan suku bunga acuan berpotensi mendorong investor surat utang keluar jika melihat negara lain menawarkan suku bunga yang lebih menarik atau pindah ke instrumen saham.

BI sudah memikirkan risiko itu dengan memangkas suku bunga secara terukur di saat bank sentral negara lain, terutama negara maju memiliki kecenderungan untuk melakukan hal sama. Dengan strategi tersebut diharapkan pelarian investor bisa ditekan.

"Secara aliran modal masuk, bagi investor yang berbasis melihat suku bunga dia harusnya tidak terganggu," ujarnya.

[Gambas:Video CNN]

Selanjutnya, investor saham akan melihat prospek perekonomian Indonesia ke depan. Dengan memangkas suku bunga acuan, BI berharap dapat menekan biaya dana perbankan.

Penurunan biaya dana membuat perbankan dapat melakukan ekspansi untuk mendorong laju investasi. Prospek perekonomian yang membaik akan memberikan gambaran pendapatan dan nilai saham perusahaan yang membaik. Hal ini tentu diinginkan oleh investor saham.

Pada akhirnya, Dody berharap pemangkasan suku bunga acuan dapat mendukung upaya stabilitas dari neraca pembayaran. Sebagai informasi, selang sehari BI menyeret suku bunganya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini ditutup menguat 0,83 persen atau 53,24 poin di level 6.454.

(agt/agt)