Pasang Listrik Gratis, Jonan Pusing Cari Sumbangan Perusahaan

CNN Indonesia | Senin, 22/07/2019 15:59 WIB
Pasang Listrik Gratis, Jonan Pusing Cari Sumbangan Perusahaan Menteri ESDM Ignasius Jonan mengaku pusing mengumpulkan sumbangan badan usaha untuk membiayai pemasangan sambungan listrik gratis. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengaku kelimpungan mencari sumbangan badan usaha untuk mendanai biaya pemasangan sambungan listrik gratis bagi masyarakat tidak mampu.

Sebelumnya, Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan (Ditjen Gatrik) Kementerian ESDM pernah mencatat sebanyak 721.008 rumah tangga miskin belum berlistrik per 1 Juli 2019. Data tersebut diperoleh dari Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) yang telah dipadankan dengan data PT PLN (Persero).

"Sekarang saya lagi pusing mengumpulkan badan usaha yang mau sumbang," ujar Jonan saat menghadiri Seminar Nasional dengan tema 'Memetakan Makna Risiko Bisnis dan Risiko Kerugian Negara di Bidang Migas' di Jakarta, Senin (22/7).


Keterlibatan badan usaha dalam membantu pemasangan sambungan listrik bagi masyarakat bukan hal baru. Tahun lalu, sebanyak 35 perusahaan pelat merah juga patungan dana senilai Rp360 miliar untuk membiayai penyambungan listrik bagi rumah tangga tidak mampu di sekitar Jawa Barat dan Banten.

Dalam program tersebut PLN memberi potongan harga sebesar 50 persen untuk biaya penyambungan listrik, dan sisa biaya akan dibayarkan oleh sinergi BUMN yang turut terlibat.


Jonan mengungkapkan salah satu kendala masyarakat untuk menikmati layanan listrik adalah mereka tidak mampu menanggung biaya pemasangannya yang mahal. Padahal, jaringan listrik telah tersedia dan mereka mampu untuk membayar penggunaan listrik sehari-hari.

Jonan menyebutkan pemasangan sambungan listrik di Jawa memakan biaya sekitar Rp500 ribu per rumah tangga (RT). Di luar Jawa, biayanya bisa membengkak hingga Rp1,5 juta per RT.

Selain keterlibatan perusahaan, Jonan juga meminta peran serta pemerintah daerah (pemda) untuk membantu biaya pemasangan sambungan listrik. Caranya, dengan mengalokasikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk memberikan sambungan listrik bagi masyarakat tidak mampu di wilayahnya.

"APBD digunakan harus keras," ujarnya.


Sebagai informasi, pemasangan sambungan listrik tersebut merupakan upaya pemerintah untuk mencapai target rasio elektrifikasi 100 persen pada 2020. Tahun ini, pemerintah menargetkan rasio elektrifikasi meningkat menjadi 99,99 persen dari tahun lalu yang sebesar 98,3 persen.

Berdasarkan paparan Ditjen Gatrik beberapa waktu lalu, bantuan pasang listrik itu nantinya berupa instalasi listrik sederhana dengan 2 titik lampu dan 1 kontak-kontak, termasuk biaya penyambungan, biaya instalasi, biaya penerbitan Sertifikat Laik Operasi (SLO) dan Voucher Perdana (Rp10.000).

[Gambas:Video CNN] (glh/sfr)