Pada pertengahan pekan lalu, BI memangkas suku bunga acuan 25 basis poin (bps) menjadi 5,75 persen. Ini merupakan kebijakan pelonggaran moneter pertama kalinya sejak bank sentral menahan bunga acuan di level 6 persen selama delapan bulan berturut-turut.
"Dengan inflasi yang rendah, kami kira ruang untuk kebijakan moneter yang akomodatif dan penurunan suku bunga lebih lanjut itu terbuka," ujarnya di Banggar DPR, Senin (22/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kendati demikian, proyeksi ekonomi makro BI tidak jauh berbeda dengan pemerintah. Pemerintah memproyeksi pertumbuhan ekonomi 5,2 persen pada semester II 2019, dengan laju inflasi 3,1 persen dan kurs rupiah Rp14.303 per dolar AS.
Menteri Keuangan Sri Mulyani berharap kebijakan penurunan suku bunga acuan mampu mendongkrak aliran investasi. Perkiraannya, investasi bisa dipacu tumbuh 6 persen pada semester II 2019.
[Gambas:Video CNN] (uli/bir)