"Pertumbuhan perdagangan global yang bergerak seiring dengan perlambatan investasi sebesar 0,5 persen pada kuartal I 2019, laju terlambat sejak 2012," ujar Kepala Ekonom IMF Gita Gopinath dalam transkrip konferensi pers peluncuran World Economic Outlook Juli 2019 yang dikutip dari situs resmi IMF, Rabu (24/3).
Dalam laporan edisi Juli 2019 tersebut, perlambatan pertumbuhan perdagangan global terjadi, terutama pada negara berkembang di kawasan Asia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ke depan, prospek perdagangan global diperkirakan masih lemah. Hal itu tak lepas dari masih panasnya tensi perdagangan global akibat perang dagang. Konsekuensinya, aktivitas investasi terancam terhambat. Terlebih, sebelumnya investor masih dibayangi oleh ketidakpastian.
"Sentimen bisnis dan survei terhadap manajer pembelian, misalnya, menunjukkan proyeksi industri dan perdagangan yang lemah, pandangan pesimistis khususnya pada pemesanan baru," tulis laporan tersebut.
Lihat juga:Percuma Ekonomi Tumbuh Kalau Kemakmuran Semu |
Semakin lesunya perdagangan global menjadi salah satu penyebab IMF menyeret proyeksi pertumbuhan ekonomi 2019 dan 2020. Dalam WEO Juli 2019 yang dirilis kemarin, IMF meramalkan ekonomi dunia pada tahun ini hanya akan menyentuh 3,2 persen, atau turun dibandingkan proyeksi April yang masih 3,3 persen.
Sementara itu untuk 2020, mereka meramalkan ekonomi dunia akan tumbuh 3,5 persen, lebih rendah dibandingkan proyeksi sebelumnya yang 3,6 persen.
[Gambas:Video CNN] (sfr/bir)