Pada 2018, produksi karet domestik mencapai 3,76 juta ton. Artinya, tahun ini potensi produksi hanya sebanyak 3,19 juta ton.
Direktur Jenderal Perkebunan Kementan Kasdi Subagyono mengatakan proyeksi penurunan jumlah produksi berasal dari total luasan lahan yang terdampak penyakit jamur. Ia mencatat setidaknya ada 381.900 hektare lahan yang terpapar penyakit itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini masih bisa menyebar lebih luas, kalau terjadi penyebaran diperkirakan turun 15 persen," ungkap Kasdi di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Rabu (24/7).
Selain itu, pemerintah juga memberikan bantuan pupuk untuk menguatkan pohon karet. "Maka paling tidak bisa berkurang dampak dari penyakitnya. Siapa tahu bisa 80 persen dikurangi," ujarnya.
Di sisi lain, Kasdi mengatakan penyakit jamur memang kerap menyerang karet pada musim kering. Namun, dampak serangan biasanya tidak serempak langsung terlihat karena ada perbedaan musim di masing-masing daerah. (uli/lav)