Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan (P2HP) Dinas Perkebunan Sumsel Rudi Arpian mengatakan pemicu utamanya berasal dari serangan wabah gugur daun di lahan perkebunan karet seluas 400 ribu di Sumsel.
Wabah gugur daun sebenarnya sudah terjadi sejak 2017 lalu dengan total luasan terdampak 787.903 hektare. Namun untuk periode kuartal I 2019 kembali bertambah dan menjadi fenomena terparah. Serangan wabah gugur daun sudah merata di setiap kabupaten/kota penghasil karet.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rudi mengungkapkan upaya penanggulangan dan pencegahan bisa berasal dari bantuan pupuk. Selain itu, menggalakkan gerakan pembersihan gulma dan sanitasi lingkungan secara massal, karena inang akan kembali apabila kebun yang bersebelahan tidak dibersihkan.
Pada 2018, produksi karet domestik mencapai 3,76 juta ton. Artinya, tahun ini potensi produksi hanya sebanyak 3,19 juta ton.
Direktur Jenderal Perkebunan Kementan Kasdi Subagyono mengatakan proyeksi penurunan jumlah produksi berasal dari total luasan lahan yang terdampak penyakit jamur. Ia mencatat setidaknya ada 381.900 hektare lahan yang terpapar penyakit itu.
[Gambas:Video CNN]
Lahan yang terkena jamur tersebar di enam wilayah perkebunan, yaitu Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan. Paparan jamur terjadi sekitar periode Januari-Maret 2019 (idz/lav)