Mengutip Reuters, Selasa (30/7), penguatan harga minyak dipicu oleh prospek penurunan suku bunga acuan The Fed. Prediksi itu timbul di tengah pesimisme pasar atas perundingan perang dagang antara AS dan China, serta perlambatan ekonomi AS.
Dalam sepekan ini, suku bunga acuan The Fed akan menjadi fokus investor. Jika bank sentral AS itu memangkas bunga acuannya, maka ini akan menjadi yang pertama sejak krisis keuangan yang terjadi lebih dari satu dekade lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, optimisme itu surut setelah Trump mengatakan bahwa peluang China untuk mau menandatangani kesepakatan perdagangan terbilang kecil. Menurut Trump, China akan menunggu hingga pelaksanaan pemilihan umum (pemilu) AS pada 2020 rampung.
Namun, tambahnya, keputusan The Fed pada pertengahan pekan bisa mendorong penguatan harga minyak cukup tinggi.
[Gambas:Video CNN]
(aud/agt)