Mengutip Reuters, Harga minyak Amerika Serikat (AS) West Texas Intermediate (WTI) menguat 3,17 persen menjadi US$55,66 per barel, sedangkan minyak berjangka Brent naik 2,3 persen ke level US$61,89 per barel.
Pasar sebelumnya sempat khawatir dengan keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) yang akan mengenakan bea masuk tambahan sebesar 10 persen terhadap barang asal China dengan nilai US$300 miliar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rencana Trump untuk memberikan tarif tambahan terhadap produk China yang masuk ke AS baru akan berlaku 1 September 2019. Trump juga menyatakan siap untuk mengerek tarif lebih tinggi jika Presiden China Xi Jinping enggan menyepakati perundingan perdagangan lebih cepat dengan AS.
Walaupun demikian, tensi perang dagang yang meningkat secara tidak langsung dapat mendorong The Fed memangkas lagi suku bunga acuannya. Hal ini otomatis menjadi sentimen positif bagi harga minyak dunia.
"Peluang penurunan suku bunga acuan semakin terbuka lebar karena perang dagang, ada kemungkinan penurunan suku bunga acuan The Fed bisa dua kali tahun ini," ucap Analis Price Future Group Phil Flynn. (aud/lav)