Indomaret dan Alfamart Khawatir Tekor Karena Listrik Mati

CNN Indonesia | Senin, 05/08/2019 15:17 WIB
Indomaret dan Alfamart Khawatir Tekor Karena Listrik Mati Ilustrasi. (CNN Indonesia/Dinda Audriene Muthmainah).
Jakarta, CNN Indonesia -- Perusahaan ritel mengaku mengalami potensi kerugian karena listrik padam secara serentak dan tiba-tiba di sejumlah wilayah di Pulau Jawa. Peritel mengeluhkan sikap PT PLN (Persero) yang tidak memberi peringatan sebelum melakukan pemadaman.

Nur Rachman, Corporate Communication GM PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk mengaku kecewa dengan pemadaman listrik yang terjadi secara tiba-tiba.

Menurut dia, PLN seharusnya memberi pengumuman terlebih dahulu agar peritel bisa tetap berupaya memberi layanan maksimal kepada konsumen.


"Beberapa toko akhirnya operasionalnya menggunakan genset, namun beberapa juga ada yang belum dilengkapi dengan fasilitas tersebut, sehingga terpaksa untuk tutup," ujar Nur kepada CNNIndonesia.com, Senin (5/8).

Perusahaan yang memiliki gerai bermerek dagang Alfamart itu mengaku mengalami gangguan aktivitas bisnis, karena listrik padam membuat total total jam operasional berkurang.

Namun, ia belum bisa memaparkan nominal potensi kerugian atau jumlah gerai yang mengalami pengurangan aktivitas operasional.

"Semoga bisa menjadi evaluasi bagi PLN karena baik pelaku usaha dan masyarakat mengalami dampaknya," katanya.

Senada, Managing Director Indomarco Prismatama Wiwiek Yusuf mengatakan pihaknya tentu mengalami potensi kerugian dengan peristiwa listrik padam yang terjadi di sebagian Pulau Jawa tersebut.

Meski belum mengkalkulasi jumlah kerugiannya, Wiwiek mengungkapkan gerai Indomaret di kawasan Jabodetabek sejumlah sekitar 4.000 gerai.

Pasalnya, aktivitas gerai ritel Indomaret sangat bergantung pada tenaga listrik. Perusahaan mengaku menyiapkan generator set (genset) berkapasitas 5 Kilo volt ampere (Kva) di sejumlah gerai untuk mendukung operasional, meski tak seluruh gerai ada.

"Bila listrik mati lama, backup yang kami siapkan juga tidak mampu hidup terus karena keterbatasan bahan bakar dan kekuatan genset. Kalau supply berhenti toko kami akan tutup," jelas Wiwiek.

PT PLN (Persero) menyatakan sejumlah wilayah di Jabodetabek dan beberapa wilayah di Jawa Barat masih akan mengalami pemadaman listrik bergilir pada Senin (5/8) ini. Kemungkinan tersebut disampaikan oleh Pelaksana Tugas Direktur Utama PT PLN (Persero) Sripeni Intan.

"Kami mohon maaf, sampai siang ke sore masih ada pemadaman bergilir," katanya di Kantor Pusat PLN, Senin (5/8).

Namun sayangnya, ia tidak menjelaskan secara rinci daerah mana saja yang akan mengalami pemadaman tersebut. Ia hanya menambahkan bahwa pemadaman masih terjadi karena PLN sampai dengan hari ini masih menormalisasi aliran listrik.

Seperti diketahui, listrik padam di sejumlah wilayah Jakarta dan sebagian Banten, Jawa Barat, serta Jawa Tengah, pada Minggu (4/8). Bahkan beberapa wilayah masih padam hingga Senin (5/8) pagi.

PLN menjelaskan listrik mati karena ada gangguan pada sisi transmisi Ungaran dan Pemalang 500 kV. Hal ini mengakibatkan transfer energi dari timur ke barat mengalami kegagalan.
[Gambas:Video CNN]
Akibatnya, seluruh pembangkit di sisi tengah dan barat Jawa mengalami gangguan. Aliran listrik kemudian padam di wilayah Jabodetabek, sebagian Jawa Barat dan Jawa Tengah. Listrik padam di wilayah Jabodetabek terjadi mulai pukul 11.48 WIB, Minggu (4/8).

Selain itu, pemadaman listrik di wilayah lainnya termasuk Jawa Barat disebabkan karena gangguan transmisi Sutet 500 kV. Area yang terdampak listrik padam ini antara lain Bandung, Bekasi, Cianjur, Cimahi, Cirebon, Garut, Karawang, Purwakarta, Majalaya, Sumedang, Tasikmalaya, Depok, Gunung Putri, Sukabumi, dan Bogor. (ulf/lav)