Direktur Keuangan Waskita Karya Haris Gunawan mengatakan opsi global bond akan melihat perkembangan pasar. "Global bond sangat bergantung kepada rating dari lembaga internasional," ujarnya, seperti dilansir Antara, Senin (5/8).
Global bond direncanakan untuk pembiayaan investasi baru, juga untuk beberapa ruas tol yang sedang diinvestasikan oleh perseroan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagaimana diwartakan, perseroan Tbk berhasil memperoleh nilai kontrak baru sebesar Rp8,18 triliun hingga Juni 2019.
"Waskita Karya pada semester I 2019 memperoleh nilai kontrak baru sebesar Rp8,18 triliun, meningkat dibandingkan periode sama sebesar Rp7,65 triliun," ujar Sekretaris Perusahaan Waskita Karya Shastia Hadiarti.
Kemudian, Jalan Tol Becakayu (A. Yani) di Jawa Barat senilai Rp773 miliar, Rest Area Tol Bakaheuni-Terbanggi Besar di Lampung senilai Rp343 miliar, dan Revitalisasi Olahraga Pelajar Ragunan di DKI Jakarta senilai Rp381 miliar.
Selanjutnya, Waskita Karya mencatatkan pendapatan usaha sebesar Rp14,80 miliar pada semester I 2019 dan laba bersih tercatat Rp1,01 triliun, dengan net margin 6,85 persen.
Perseroan juga menargetkan penerimaan arus kas masuk tahun ini sebesar Rp40 triliun, termasuk di dalamnya dari proyek turn-key yang penyelesaian proyeknya pada Oktober 2019 sebesar Rp 26,85 triliun, dengan realisasi sampai semester I sebesar Rp7,49 triliun yang diperoleh dari beberapa pembayaran proyek tol.
Di antaranya proyek Tol Cisumdawu, proyek Tol Pemalang - Batang Paket 4, dan proyek Tol Bakauheni - Terbanggi Besar.