Kurs Yuan Melemah Terendah dalam Satu Dekade Terakhir

CNN Indonesia | Selasa, 06/08/2019 13:59 WIB
Kurs Yuan Melemah Terendah dalam Satu Dekade Terakhir Ilustrasi yuan China. (REUTERS/Carlos Barria).
Jakarta, CNN Indonesia -- Nilai tukar yuan China di pasar luar negeri jatuh ke level 7,126 per dolar AS, terendah dalam satu dekade terakhir pada perdagangan pada Selasa (6/8) pagi.

Berdasarkan data sistem perdagangan valuta asing China, nilai tukar yuan menguat tipis ke level 6,96 terhadap dolar AS pada siang hari.

Di sisi lain, dolar AS turun 0,3 persen terhadap yen Jepang menjadi 105,61. Sebelumnya, Greenback merosot ke level 105,51 yen, terendah sejak kejatuhan pada Januari yang mengguncang pasar mata uang.


Euro naik 0,3 persen terhadap dolar AS menjadi 1,1238, level terkuat sejak 19 Juli 2019.


Hal itu terpicu ucapan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang menuding Beijing sebagai manipulator mata uang, menandai tensi perang dagang yang memanas di antara dua ekonomi terbesar dunia.

Langkah itu juga mendorong nilai tukar dolar AS melemah terhadap yen dan euro, di tengah kekhawatiran konflik dagang dengan China akan menekan kinerja keuangan perusahaan. Tak hanya itu, aksi gencatan dagang antara kedua negara juga dianggap berpotensi menghancurkan pertumbuhan ekonomi AS.

Dalam sebuah pernyataan pada Senin (5/8), Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin mengatakan pemerintah menemukan China memanipulasi mata uang. Untuk itu, pemerintah AS akan terlibat dengan Dana Moneter Internasional (IMF) untuk menghilangkan persaingan tidak adil dari Beijing.

Sikap AS terjadi setelah China membiarkan yuan melemah melewati level kunci, yakni 7 yuan per dolar AS pada Senin (5/8) kemarin. untuk pertama kalinya dalam lebih dari satu dekade. Hal itu terjadi menyusul keputusan Trump untuk mengenakan tarif tambahan 10 persen terhadap US$300 miliar produk impor dari China.


"Trump telah menghantam China dengan banyak tarif, kami tidak yakin apa lagi yang bisa ia lakukan sekarang karena ia menyatakan China manipulator mata uang," kata Takuya Kanda, manajer umum penelitian di Gaitame.Com Research Institute seperti dikutip dari Reuters, Selasa (6/8).

Kanda menambahkan perang dagang telah memasuki fase baru. Ketidakpastian tersebut akan membuat yuan terus melemah, sementara dolar AS melemah terhadap yen.

Di pasar spot valuta asing China, yuan dibolehkan naik atau turun hingga dua persen dari tingkat paritas tengah dalam setiap hari perdagangan.

Kurs tengah yuan terhadap dolar AS didasarkan pada rata-rata tertimbang harga yang ditawarkan oleh pelaku pasar, sebelum pembukaan pasar uang antarbank pada setiap hari kerja.

[Gambas:Video CNN] (Reuters/lav)