"Tanya PLN (soal pergantian dirut)," kata Jokowi singkat di Istana Negara, Jakarta, Selasa (6/8).
Pemerintah selaku pemegang saham perseroan hingga kini belum menunjuk pejabat definitif untuk mengisi kursi dirut yang ditinggalkan Sofyan Basir sejak Rabu (29/5) lalu. Terakhir, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menunjuk Sripeni sebagai Pelaksana tugas (Plt) dirut pada 2 Agustus 2019, menggantikan Djoko Rahardjo Abumanan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko belum mau bicara soal pemberian sanksi untuk Sripeni yang dinilai lambat mengatasi masalah listrik padam mulai dari Jakarta, sebagian wilayah Banten, Jawa Barat, hingga Jawa Tengah. Perseroan baru berhasil memulihkan seluruh sistem pada Senin (5/8) malam.
Mantan Panglima TNI itu lantas mengungkap alasan Jokowi menegur langsung jajaran direksi perusahaan plat merah itu dengan mendatangi kantor pusat PLN kemarin. Moeldoko menyebut Jokowi sebelumnya telah mendengarkan keluhan dari masyarakat.
Namun, kata Moeldoko, yang paling penting ke depan setiap pejabat negara selalu melakukan mitigasi terhadap segala kemungkinan yang terjadi di sektor tugasnya masing-masing. Menurutnya, setiap lembaga mesti memiliki rencana cadangan ketika terjadi masalah.
"Sehingga kalau terjadi sesuatu, contigency plan yang bisa A, B, C. Kalau terjadi ini, ini jawabannya. Itu yang dituntut dari Presiden," katanya.
[Gambas:Video CNN] (fra/sfr)