"Dari total kumulatif jadi 5 juta unit, kami mungkin kurang lebih bisa (merealisasikan) 4,8 juta unit. Artinya, kurangnya tidak begitu banyak," ujar Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid di Jakarta, Rabu (7/8).
Program Sejuta Rumah dicanangkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada April 2015 lalu. Pada tiga tahun pelaksanaannya, pencapaian target program tersebut selalu meleset. Pada 2015, dari target sejuta, yang berhasil direalisasikan hanya 699.770 unit.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Khalawi mengungkapkan rumah yang terbangun tersebut terbagi menjadi dua jenis. Pertama, rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Kedua, untuk rumah non-MBR.
"Program satu juga rumah itu sebanyak 70 persen untuk MBR dan 30 persen untuk non MBR," tuturnya.
"Intinya, melanjutkan sejuta rumah dengan penguatan dan inovasi yang pertama, di dalam penyediaan lahan untuk perumahan lahan strategis," tuturnya.
Selain itu, untuk mendorong program kepemilikan rumah bagi masyarakat, pemerintah juga telah membentuk Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera).
BP Tapera merupakan lembaga yang akan menggantikan sekaligus menyempurnakan fungsi dari Badan Pertimbangan Tabungan Perumahan Pegawai Negeri Sipil (Bapertarum PNS) yang melayani bantuan tabungan perumahan bagi abdi negara.
[Gambas:Video CNN] (sas/sfr)