Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya mengatakan keberlangsungan bisnis bisa saja terganggu karena permintaan Jokowi. Ia menilai keputusan Jokowi kurang tepat.
"Itu bisa membuat negara stuck," kata Yunarto, Kamis (8/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu contoh paling ekstrem. Masa gara-gara surat edaran itu (permintaan Jokowi) kemudian tidak bisa berbuat apa-apa, Kementerian BUMN tidak bisa ngapa-ngapain. Kan tidak begitu," ujar Yunarto.
"Bukan berarti tidak boleh ada pergantian direksi sama sekali. Jokowi harus mengambil kontrol lebih ketat dan keras di sisa tiga bulan ini," kata dia.
Sebelumnya, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengatakan bahwa Jokowi memberikan perintah kepada menteri untuk tak mengubah posisi direksi BUMN sampai Oktober 2019. Selain itu, menteri juga dilarang mengubah posisi direktur jenderal di tubuh kementerian.
"Perintah besarnya begitu, dan bukan hanya kepada Bu Rini (Menteri BUMN), tapi kepada semuanya. Semua menteri tidak boleh lagi mengganti pada level tertentu, bisa direktur," ujarnya.
Moeldoko bilang larangan itu dilakukan karena karena pemerintahan tinggal beberapa bulan sampai pelantikan. Jokowi disebut tak ingin ada beban pada periode keduanya nanti.
"Ini kan saat-saat kritis ya. Relatif tinggal berapa bulan. Jadi jangan sampai nanti punya beban ke depannya. Itu aja sebenarnya," pungkas Moeldoko.
[Gambas:Video CNN] (aud/lav)