People's Bank of China (PBoC), bank sentral China, mengatakan naik turunnya nilai tukar yuan secara drastis beberapa waktu belakangan merupakan reaksi normal menanggapi ancaman tarif impor 'selangit' yang digaungkan Presiden AS Donald Trump.
"Pelabelan melanggar hukum dasar ekonomi dan konsensus internasional tidak meyakinkan. Ekonomi China memang tangguh dan mampu mengatasi berbagai situasi," tutur Direktur Jenderal Departemen Internasional PBoC Zhu Jun di Heilongjiang, China, seperti dikutip Reuters, Minggu (11/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di pasar spot valuta asing China, selama ini yuan hanya diperbolehkan naik atau turun hingga dua persen dari tingkat paritas tengah perdagangan setiap harinya.
Sementara itu, kurs tengah yuan terhadap dolar AS didasarkan pada rata-rata tertimbang harga yang ditawarkan oleh pelaku pasar, sebelum pembukaan pasar uang antarbank pada setiap hari kerja.
[Gambas:Video CNN] (rds/bir)