Dilansir dari AFP, Selasa (13/8), Indeks Hang Seng merosot 1,86 persen atau 479,07 poin menjadi 25,345 pada saat jeda perdagangan.
Merosotnya indeks saham di salah satu hub keuangan dunia itu terjadi di tengah kekhawatiran pasar terhadap perekonomian global dan perang dagang AS-China.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kerugian terjadi di berbagai sektor. Saham maskapai Cathay Pacific merosot lebih dari 4 persen seiring pembatalan sejumlah penerbangannya.
Sebagai catatan, awal pekan ini, aksi protes yang dihadiri ribuan demonstran berhasil memaksa otoritas Bandara Hong Kong menutup operasionalnya. Akibatnya, sebanyak 200 penerbangan dari dan ke salah satu bandara tersibuk di dunia itu dibatalkan dan ribuan penumpang terlantar.
Saham induk usaha Cathay, Swire Pacific, juga terseret 1,17 persen pada perdagangan hari ini, setelah sehari sebelumnya merosot lebih dari 6 persen.
Nilai saham MTR Corp, operator jaringan kereta bawah tanah Hong Kong, juga tergelincir 3,14 persen. Stasiun kereta bawah tanah menjadi lokasi bentrok antara demonstran dengan aparat keamanan.
Saham bisnis kasino juga terkena imbas aksi protes akibat kekhawatiran berkurangnya pengunjung. Saham Galaxy Entertainment dan Sands China tergerus lebih dari 3 persen.
Lihat juga:Aliran Kredit Bank-bank di China Melambat |
Selanjutnya, saham perusahaan teknologi raksasa Tencent juga tergelincir 1,29 persen. Sementara, saham perusahaan asuransi AIA terguling 2,78 persen.
Aksi protes berkepanjangan juga menghantam sektor ritel Hong Kong. Tercatat, penjualan ritel Hong Kong pada Juni lalu merosot lebih dari 6,7 persen secara tahunan.
Tak ayal, ekonomi Hong Kong pada kuartal II 2019 cuma tumbuh 0,6 persen, di bawah ekspektasi.
[Gambas:Video CNN]
Direktur Investasi Fair Capital Management menilai situasi akan semakin buruk.
"Bersama dengan meningkatnya risiko resesi global dari seteru AS-China, Indeks Hang Seng kemungkinan akan cenderung turun 5 persen hingga 10 persen," ujarnya.