Data resmi China melansir ekonomi terbesar kedua di dunia itu terpukul tensi perang dagang dengan AS yang semakin meningkat. Akibatnya, permintaan global lesu yang berdampak terhadap aktivitas pabrik di China.
Tercatat, produksi pabrik China bertumbuh 4,8 persen pada Juli 2019. Realisasi itu anjlok dibandingkan 6,3 persen pada bulan sebelumnya. Perlambatan tersebut menandai laju terlemah sejak 2002 silam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain ritel, investasi China juga tercatat melambat. Investasi aset tetap meningkat 5,7 persen pada Juli 2019. Padahal, sampai bulan lalu, investasinya masih menyentuh 5,8 persen.
Ketidakseimbangan ekonomi China ini membuat Presiden Xi Jinping sulit melawan balik AS, yang menggunakan 'senjata' mematok tarif impor selangit, untuk memaksa China membuka pasarnya.
[Gambas:Video CNN] (afp/bir)