Lion dan Garuda Bangun Bengkel Pesawat di Batam

CNN Indonesia | Rabu, 14/08/2019 15:55 WIB
Lion dan Garuda Bangun Bengkel Pesawat di Batam Menko Perekonomian Darmin Nasution(CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah menggandeng Lion Air Group dan Garuda Indonesia Group dalam membangun pusat perawatan dan fasilitas pemeliharaan, perbaikan dan pemeriksaan pesawat (MRO) di Batam. Kerja sama ditandatangani di Batam, Selasa (14/8) ini.

Selain itu, kerja sama juga dilakukan dalam membangun politeknik dan pabrik vulkanisir ban. Total nilai kerja sama tersebut mencapai US$466 juta atau setara Rp6,3 triliun. Menko Perekonomian Darmin Nasution mengatakan kerja sama dilakukan untuk menciptakan ekosistem industri penerbangan tanah air yang baik. Perbaikan tersebut diperlukan.

Pasalnya, berdasarkan laporan Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA), Indonesia akan mengalami pertumbuhan pesat di bidang industri udara.


Mereka memperkirakan jumlah penumpang udara akan mencapai 270 juta penumpang pada 2034 mendatang atau meningkat 300 persen dibandingkan 2014.

"Kerja sama pengembangan diperlukan untuk efisiensi industri penerbangan. Kami berharap industri penerbangan dalam negeri bisa lebih kompetitif dan tumbuh berkembang. Tentunya dengan tetap mampu menyediakan penerbangan nasional yang terjangkau," kata Darmin dalam pernyataan yang dikeluarkan di Jakarta, Rabu (14/8).

Darmin berharap ke depan kerja sama antara Garuda dengan Lion tersebut bisa terus dilanjutkan. Pasalnya, sampai saat ini bisnis MRO di Indonesia masih cukup menjanjikan.

Data menyebutkan jumlah penumpang pesawat yang berangkat pada 2017 mencapai 90,7 juta untuk penerbangan dalam negeri dan 16,6 juta untuk penerbangan luar negeri.

Sementara itu, jumlah pesawat di Indonesia pada 2017 tercatat 1.030 unit dengan rata-rata pertumbuhan industri penerbangan sebesar 10 persen. Di tengah pertumbuhan tersebut, bisnis MRO baru bisa melayani 30-40 persen kebutuhan pasar nasional. Sisanya, diserap industri asing.

Padahal kalau dari sisi nilai, bisnis MRO cukup menjanjikan. Potensi bisnis MRO nasional diperkirakan akan menembus angka Rp26 triliun di 2020 nanti.

[Gambas:Video CNN]

(agt/agt)