Kontribusi Sektor Hilir Migas Turun Rp300 Miliar Tahun Ini

CNN Indonesia | Kamis, 15/08/2019 20:09 WIB
Kontribusi Sektor Hilir Migas Turun Rp300 Miliar Tahun Ini Logo BPH Migas. (www.bphmigas.go.id)
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mengatakan potensi kontribusi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari sektor hilir migas tahun ini hanya akan mencapai Rp1,3 triliun. Kontribusi tersebut turun Rp300 miliar jika dibandingkan tahun lalu yang masih bisa mencapai Rp1,6 triliun. 

Pelemahan terjadi karena iuran badan usaha penyalur Bahan Bakar Minyak (BBM) dan pengangkut gas bumi melalui pipa kepada lembaga itu turun sebesar 0,25 persen hingga 0,5 persen.

Penurunan iuran itu tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 48 Tahun 2019 tentang Besaran dan Penggunaan Iuran Badan Usaha Dalam Kegiatan Usaha Penyediaan dan Pendistribusian BBM dan Pengangkutan Gas Bumi Melalui Pipa sebagai pengganti PP Nomor 1 Tahun 2006.


Kepala BPH Migas Fanshurullah Asa mengatakan tak mempersoalkan penurunan potensi kontribusi tersebut. Pasalnya, jumlah iuran yang selama ini dikumpulkan melampaui kebutuhan dana BPH Migas per tahunnya.

Diketahui, seluruh iuran dari badan usaha akan masuk ke kantong negara sebagai PNBP. Dari situ, BPH Migas bisa mengajukan untuk menggunakan uang yang dibayarkan oleh pengusaha di sektor hillir migas.

"Yang kami dapat mungkin Rp1,3 triliun, maksudnya PNBP. Tapi kan yang dibutuhkan BPH Migas berapa, sekarang saja tidak sampai Rp200 miliar, tahun depan yang dianggarkan Rp247 miliar," ucap Fanshurullah, Kamis (15/8).

Dengan demikian, selama ini sebenarnya ada kelebihan dana Rp1 triliun dari iuran badan usaha. Ia mengusulkan uang itu bisa digunakan untuk menambah titik Bahan Bakar Minyak (BBM) Satu Harga di sejumlah daerah.

"Kami cek masih ada 1.582 kecamatan yang belum ada penyalurnya, harusnya dari kami bisa gunakan PNBP tadi. Itu kan iuran pengusaha, kami kembalikan saja membangun untuk membangun penyalur yang ada di kawasan 3 T (tertinggal, terdepan, terluar)," katanya.

[Gambas:Video CNN]
Sementara itu, ia menilai pemangkasan iuran badan usaha akan membuat harga BBM ke konsumen turun. Namun, Fanshurullah tak menyebut pasti berapa potensi penurunan tersebut.

"Otomatis ada penurunan (harga) dong. Tapi masalah besarannya berapa ya relatif ya," tuturnya.

Secara terpisah, Direktur Pemasaran Retail PT Pertamina (Persero) Mas'ud Khamid menambahkan pihaknya masih harus menghitung formulasi harga BBM dengan penurunan iuran kepada BPH Migas ini. Hal yang pasti, potensi penurunannya kecil.

"Dihitung dulu, kalau formula turun ada potensi turun. (Potensi penurunan) kecil lah kan hanya nol koma sekian, masa besar penurunan harganya," pungkas dia.

(aud/agt)