Pemerintah Bangun Infrastruktur di 3 Kawasan Ekonomi Khusus

CNN Indonesia | Jumat, 16/08/2019 01:00 WIB
Pemerintah Bangun Infrastruktur di 3 Kawasan Ekonomi Khusus Ilustrasi Kawasan Ekonomi Khusus. (ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi).
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah menyetujui pengembangan tiga Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di sektor pariwisata dan industri di Pulisan-Likupang (Sulawesi Utara), Kendal (Jawa Tengah), dan Tanjung Api-api (Sumatera Selatan). Dalam pengembangan tersebut pemerintah akan membangun sejumlah infrastruktur pendukung seperti bandara dan pelabuhan.

"Prinsipnya, ketiganya disetujui tapi memang ada beberapa catatan yang berkaitan dengan luas dan syarat-syarat yang harus dilengkapi," kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Kamis (15/8).

Dirinci Budi, KEK Pulisan-Likupang disiapkan untuk sektor pariwisata. Sebenarnya, di sana sudah ada pelabuhan yang menghubungkan beberapa lokasi wisata seperti Taman Nasional Bunaken. Namun, pemerintah akan menyuntikkan dana untuk pengembangan dan renovasi pelabuhan tersebut.


"Kami akan melakukan suatu renovasi dan investasi kurang lebih Rp100 miliar di situ," ujarnya.

Selain itu, pemerintah juga berencana memperpanjang landasan pacu (runway) di Bandara Sam Ratulangi dari 2.650 meter menjadi 2.800 meter.

Di Tanjung Api-api, pemerintah berencana membangun pelabuhan baru yaitu Tanjung Carat. Untuk itu, pemerintah perlu rencana tata ruang dan wilayah (RTRW) untuk sektor pelabuhan.

"Sejauh ada investor yang ingin membangun di sana diperbolehkan, tentu dengan syarat-syarat tertentu, seperti RTRW, syarat adanya pelepasan dari kehutanan untuk jalan bisa diselesaikan," jelasnya.

Berikutnya, pemerintah akan memberikan izin bagi swasta untuk melakukan pengembangan dan pembangunan di KEK Kendal. Saat ini, KEK Kendal telah memiliki pelabuhan yang digunakan untuk ekspor dan cukup memadai, yaitu Tanjung Mas.

"Tapi boleh kalau swasta ingin membangun (pelabuhan), boleh dia sebagai feeder (pengumpan), bukan sebagai pengekspor langsung," jelasnya," ujarnya.

Secara terpisah, Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sofyan Djalil menambahkan seluruh persiapan tinggal dijalankan. Pasalnya, ketiga KEK tersebut sudah bebas masalah perizinan lahan.

Sofyan mengungkapkan saat ini KEK Pulisan-Likupang memiliki luas lahan sekitar 200 hektare (ha). Nantinya, pemerintah akan mengembangkannya hingga 2 ribu ha.

"Kalau Kendal 1.000 ha. Tanjung Api-Api yang siap lahannya 1.800 ha. Tidak ada masalah lahan," ujarnya.
[Gambas:Video CNN]

(aud/sfr)