"Prinsipnya, ketiganya disetujui tapi memang ada beberapa catatan yang berkaitan dengan luas dan syarat-syarat yang harus dilengkapi," kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Kamis (15/8).
Dirinci Budi, KEK Pulisan-Likupang disiapkan untuk sektor pariwisata. Sebenarnya, di sana sudah ada pelabuhan yang menghubungkan beberapa lokasi wisata seperti Taman Nasional Bunaken. Namun, pemerintah akan menyuntikkan dana untuk pengembangan dan renovasi pelabuhan tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sejauh ada investor yang ingin membangun di sana diperbolehkan, tentu dengan syarat-syarat tertentu, seperti RTRW, syarat adanya pelepasan dari kehutanan untuk jalan bisa diselesaikan," jelasnya.
Berikutnya, pemerintah akan memberikan izin bagi swasta untuk melakukan pengembangan dan pembangunan di KEK Kendal. Saat ini, KEK Kendal telah memiliki pelabuhan yang digunakan untuk ekspor dan cukup memadai, yaitu Tanjung Mas.
Secara terpisah, Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sofyan Djalil menambahkan seluruh persiapan tinggal dijalankan. Pasalnya, ketiga KEK tersebut sudah bebas masalah perizinan lahan.
Sofyan mengungkapkan saat ini KEK Pulisan-Likupang memiliki luas lahan sekitar 200 hektare (ha). Nantinya, pemerintah akan mengembangkannya hingga 2 ribu ha.
"Kalau Kendal 1.000 ha. Tanjung Api-Api yang siap lahannya 1.800 ha. Tidak ada masalah lahan," ujarnya.
[Gambas:Video CNN]
(aud/sfr)