Laju IHSG Tertekan Kekhawatiran Resesi Ekonomi

CNN Indonesia | Jumat, 16/08/2019 07:21 WIB
Laju IHSG Tertekan Kekhawatiran Resesi Ekonomi Ilustrasi IHSG. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi melemah pada perdagangan Jumat (16/8). IHSG tertekan kekhawatiran resesi ekonomi global.

Resesi ekonomi didefinisikan sebagai kontraksi pertumbuhan ekonomi dalam dua kuartal berturut-turut.

Kekhawatiran peluang terjadinya resesi ekonomi global dipicu kontraksi pertumbuhan ekonomi negara-negara maju pada kuartal II 2019. Antara lain, Jerman dan Brasil. Sementara, beberapa pertumbuhan ekonomi negara lainnya terancam melambat.

Bahkan, lembaga internasional Moody's Analytics memperkirakan peluang terjadinya resesi ekonomi global meningkat untuk setahun hingga 1,5 tahun ke depan. Hal itu dipicu oleh perang dagang antara China dan Amerika Serikat (AS).

"Ada indikasi resesi yang semakin jelas mendorong kecemasan investor," tutur Analis Artha Sekuritas Dennies Christoper Jordan dikutip dari risetnya, Jumat (16/8).

Oleh sebab itu, lanjutnya, investor cenderung menunggu dan mengawasi perkembangan situasi ekonomi global.

Secara teknikal, indeks mengindikasikan potensi pelemahan. "Investor diperkirakan masih wait and see ditengah banyaknya ketidakpastian terutama dari sentimen global," katanya.

Ia memprediksi IHSG melaju di rentang support 6.130-6.194 dan resistance 6.290-6.322.

Di tengah sentimen resesi ekonomi global ia merekomendasikan saham PT PP (Persero) Tbk (PTPP) dan PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) untuk dikoleksi.

Sementara itu, Analis Reliance Sekuritas Lanjar Nafi memprediksi IHSG berpotensi menguat. Sebab, secara teknikal indeks mengindikasikan potensi penguatan.

"Indikasi kuatnya pergerakan IHSG di tengah gejolak pasar global memberikan optimisme kepada investor pada perdagangan selanjutnya," imbuh dia.

Ia meramalkan rentang pergerakan IHSG akan berada pada kisaran 6.200-6.310.

Di sisi lain, saham-saham utama Wall Street berakhir variatif. Data penjualan ritel berhasil mengimbangi kekhawatiran resesi global.

Dow Jones naik 99,97 poin atau 0,39 persen menjadi 25.579. Lalu, S&P 500 naik 7 poin atau 0,25 persen menjadi 2.847, dan Nasdaq Composite turun 7,32 poin atau 0,09 persen menjadi 7.766.
[Gambas:Video CNN]


(ulf/bir)