Peneliti Indef M Rizal Taufikurahman mengungkapkan target ekonomi tahun depan yang sama dengan tahun ini menunjukkan geliat perekonomian Indonesia relatif stagnan.
"Apalagi, target pertumbuhan ekonomi yang berada pada tingkat 5,3 persen dengan mengandalkan konsumsi dan investasi sebagai motor penggerak utamanya," ujar Rizal dalam Diskusi Indef, Jumat (16/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adapun porsi investasi terhadap pertumbuhan ekonomi April-Juni 2019 tercatat 31,25 persen, naik tipis dari kuartal II 2019 31,13 persen.
Ungkapan senada juga dilontarkan Peneliti Indef Abdul Manap Pulungan. Sepanjang dua kuartal terakhir saja, pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya 5,27 persen yang terjadi pada tiga bulan pertama tahun ini.
"Apalagi saat global yang semakin berat, (target pertumbuhan ekonomi) 5,3 persen sulit tercapai," ujarnya.
[Gambas:Video CNN]
Sebagai negara berkembang, sambung ia, Indonesia harus tumbuh tinggi agar tidak terjebak pada jebakan negara berpendapatan menengah (middle income trap).
"Namun, kondisi itu cukup sulit, seiring dengan menurunnya peranan sektor-sektor padat karya seperti pertanian, tambang, dan industri pengolahan," ujarnya. (sfr/agt)