Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengungkapkan pemberian subsidi ini diharapkan dapat menjaga kemampuan beli konsumen untuk menggunakan bus sebagai transportasi umum. Dengan kata lain, harga tarif bus disesuaikan dengan kantong masyarakat.
"Selama ini kami memberikan bus kepada daerah, nanti kami akan subsidi angkutan bus pada peak season sehingga daya beli masyarakat bisa dicapai, tetapi bisnis angkutan umum akan membaik," ucap Budi, Jumat (16/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kota-kota besar ini memang sudah kami rencanakan sejak awal. Jika uji coba ini berhasil, kami tinggal jual konsep buy the service ke pemerintah daerah lainnya," kata dia.
[Gambas:Video CNN]
Pemerintah juga sempat mempersiapkan skema transportasi berbasis bus yang disebut Bus Raya Terpadu (BRT). Namun, skema itu punya banyak perbedaan dengan sistem buy the service.
Di dalam skema buy the service, penyediaan bus nantinya murni dilakukan oleh swasta, sehingga pemerintah pusat hanya membeli jasa operatornya saja. Sebagai kompensasi, pemerintah pusat akan memberikan subsidi demi membantu biaya operasional dan menjaga tarif angkutan bus tetap terjangkau.
Informasi saja, Kementerian Perhubungan mendapatkan jatah anggaran di RAPBN 2020 sebesar Rp42,7 triliun. Angka itu naik dari alokasi tahun ini yang hanya Rp41,4 triliun. (aud/agt)