Ketiadaan pernyataan bersama tersebut disampaikan oleh seorang pejabat pemerintah Jepang yang tahu persis dengan pertemuan tersebut. Kalau kemungkinan tersebut terjadi, pertemuan besok akan menjadi forum KTT G7 pertama yang berakhir tanpa pernyataan bersama dimulai perkumpulan pada 1975.
Kemungkinan tersebut juga menggarisbawahi keretakan pendapat antara negara G7 terkait kebijakan perdagangan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:AS Klaim Bertekad Keras Akhiri Perang Dagang |
Perundingan pada awalnya membuat kemajuan dan meningkatkan harapan bahwa damai dagang antara dua negara bisa tercapai dengan cepat.
Tetapi di tengah kemajuan pembicaraan tersebut, Presiden Trump tiba-tiba membatalkan pembicaraan. Pembatalan dilakukan karena ia menuduh China telah mengingkari komitmen yang dicapai dalam perundingan.
Diskusi dagang kemudian dilanjutkan ketika Trump bertemu dengan Presiden China Xi Jinping di sela-sela KTT G20 di Tokyo pada Juni lalu. Tetapi, di tengah rencana kelanjutan perundingan tersebut, Trump tiba-tiba mengumumkan bahwa pada 1 September ia memberlakukan tarif 10 persen untuk barang-barang Tiongkok senilai US$ 300 miliar.
Di tengah berita tersebut, AS mengeluarkan pengumuman baru. Mereka akan menunda pengenaan tarif tersebut sampai 15 Desember agar tidak memberatkan masyarakat AS yang hendak merayakan natal.
(reuters/agt)