Vice President Corporate Communication Pertamina, Fajriyah Usman mengatakan tren realisasi penggunaan FAME meningkat seiring upaya perseroan untuk memasok seluruh industri dengan biosolar sesuai regulasi.
"Konsumsi biosolar terbesar ada di sektor transportasi," ujar Fajriyah seperti dikutip dari keterangan resmi, Rabu (21/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk sektor industri, sambung ia, perseroan melayani seluruh sektor industri yang membutuhkan jenis BBM diesel dengan biosolar. Hingga saat ini, sektor listrik dan pertambangan adalah dua sektor industri terbesar yang menyerap biosolar.
Terkait dengan penerbitan Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle) untukTransportasi Jalan, Fajriyah mengatakan perseroan mendukung upaya pemerintah untuk mengembangkan energi baru dan terbarukan yang lebih ramah lingkungan.
Menurut ia, pengembangan mobil listrik dan program B20 memiliki segmentasi masing-masing dengan kemanfaatan yang berbeda. Sebagai bentuk dukungan perseroan, saat ini sudah tersedia stasiun pengisian listrik untuk umum di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kuningan, Jakarta. SPBU itu memiliki empat unit stasiun pengisian baterai (charging station).
Sebanyak dua unit merupakan tipe pengisian cepat (fast charging) yang mampu mengisi penuh baterai kendaraan listrik dalam waktu kurang dari 15 menit dan dua unit lainnya merupakan tipe normal charging.
"Ini merupakan bukti komitmen perusahaan untuk mendukung upaya pengembangan energi alternatif," pungkasnya.
[Gambas:Video CNN] (sfr)