Pertamina Tambah Dua Titik BBM Satu Harga di Nias

CNN Indonesia | Jumat, 23/08/2019 00:03 WIB
Pertamina Tambah Dua Titik BBM Satu Harga di Nias Ilustrasi. (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa).
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Pertamina (Persero) kembali mengoperasikan dua lembaga penyalur Bahan Bakar Minyak (BBM) Satu Harga di Kecamatan Lahusa dan Kecamatan Lolowa'u, Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara (Sumut). Hal itu ditandai dengan operasional dua Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) compact di daerah tersebut.

Dengan hadirnya dua SPBU compact tersebut, harga BBM  di wilayah tersebut sama dengan wilayah lain yaitu Rp. 6.450 untuk Premium dan Rp 5.150 untuk Solar. Pada akhir tahun lalu, perseroan juga telah mengoperasikan BBM Satu Harga di Distrik Sitolu Ori Kabupaten Nias Utara dan di Distrik Hibala Kabupaten Nias Selatan.

"Sebelum adanya program BBM satu harga, harga BBM di kedua kecamatan itu berkisar Rp 9.000 hingga Rp 10.000 per liternya," kata Roby Hervindo, Unit Manager Communication, Relation, & CSR MOR I, Kamis (22/8/2019).

Dia menambahkan dengan memperluas cakupan BBM Satu Harga di Kabupaten Nias, diharapkan masyarakat dapat lebih mudah memenuhi kebutuhan bahan bakar. Adapun BBM untuk SPBU compact di Kecamatan Lahusa dan Kecamatan Lolowa'u dipasok dari Terminal BBM Gunungsitoli.

"Sebelumnya, masyarakat di dua kecamatan itu mesti ke Kabupaten Nias Barat dan Kota Gunungsitoli untuk dapatkan BBM. Penyaluran dari TBBM Gunungsitoli menggunakan mobil tangki kapasitas 5.000 liter untuk Kecamatan Lahusa, dan 8.000 liter untuk Kecamatan Lolowa'u," jelasnya.


Roby merinci, hingga 2018, Pertamina Marketing Operation Region (MOR) I telah mengoperasikan sebanyak 22 lokasi BBM Satu Harga di lima provinsi yaitu tiga di Aceh, enam di Sumut, enam di Sumbar, satu di Riau dan enam di Kepri.

"Kini telah hadir total delapan BBM Satu Harga di sana (Sumut). Lembaga penyalur ini terdiri dari tujuh SPBU compact dan satu SPBU nelayan. Hingga Juli 2019, realisasi penyaluran BBM di Kabupaten Nias mencapai 18,6 ribu liter Premium dan 14,3 ribu liter Bio Solar," urainya.

Sebagai informasi, hingga Selasa (20/8), Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mencatat lembaga penyalur BBM Satu Harga sudah berada di 167 titik. Artinya, perlu tiga titik lagi untuk mencapai target 170 titik hingga akhir tahun.
[Gambas:Video CNN]
(fnr/sfr)