Hal itu disampaikan Rini dalam pidato Inaugurasi Program Perekrutan Bersama (PPB) di depan Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (23/8). Kegiatan ini dihadiri karyawan baru BUMN, Direksi BUMN, serta pejabat Kementerian BUMN.
Tahun ini, BUMN menargetkan perekrutan sebanyak 11 ribu karyawan baru. Untuk batch pertama, sudah diperoleh 3.310 karyawan baru. Perekrutan karyawan batch kedua akan dibuka lagi tahun ini sesuai dengan rencana kerja BUMN.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, BUMN membutuhkan pemikiran-pemikiran Generasi Z sebagai 'loncat katak' atau lompatan inovasi dalam membangun BUMN di masa mendatang.
"Direksi BUMN perlu mengoptimalkan Generasi Z karena memang kalau kita lihat 10 atau 20 tahun mendatang kompetisinya sudah sangat berbeda dibanding 10 tahun yang lalu," jelas Rini.
Sekretaris Kementerian BUMN Imam Apriyanto Putro menyampaikan tahun ini BUMN membutuhkan total sekitar 11 ribu karyawan.
Proses perolehan karyawan baru dilakukan dalam Program Perekrutan Bersama (PPB) yang sudah digodok selama tiga tahun terakhir. Perekrutan ini dikoordinasi oleh forum human capital BUMN yang diikuti 116 perusahaan milik negara.
Ketua Forum Human Capital Indonesia Herdy Harman menyebutkan pada registrasi tercatat ada 995.959 yang ikut registrasi dan 583.550 yang memulai proses administrasi.
Pada tahap pertama, Kementerian BUMN menerima sebanyak 3.310 karyawan baru. Secara rini, terdiri dari 2.937 reguler, 177 penyandang disabilitas dan 196 KTI (Kawasan Timur Indonesia). Prosesi inaugurasi pada Jumat (23/8) hari ini.
[Gambas:Video CNN] (hns/lav)