Direktur Investa Saran Mandiri Hans Kwee mengatakan serangan balasan China kepada AS akan memancing kekawatiran di pasar ekuitas. Mengutip Reuters, China menyatakan bakal mengenakan tarif terhadap sekitar US$75 miliar barang AS pada Jumat (23/8).
Ini merupakan serangan balasan setelah Presiden AS Donald Trump memberlakukan tarif tambahan 10 persen terhadap impor barang asal China senilai US$300 miliar pada September.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Risiko resesi akibat inversi kurva yield dimana selisih yield antara tenor 10 tahun dan 2 tahun kembali terjadi pada akhir pekan lalu, tetapi sebagian besar bergerak flat (stagnan)," imbuhnya.
Ia memprediksi IHSG akan berada di rentang support 6.153-6.022 dan resistance di level 6.265-6.329.
Lihat juga:IHSG Perkasa di Level 6.255 pada Akhir Pekan |
"Sejauh ini masih belum ada sentimen kuat yang mampu mendorong penguatan," kata Dennies dikutip dari risetnya.
Ia memprediksi IHSG akan bergerak di level support 6.187-6.221 dan resistance 6.273-6.291.
Pada penutupan perdagangan Jumat (23/8) IHSG berhasil naik 0,26 persen ke level 6.255. Namun, sepanjang pekan IHSG turun 0,49 persen.
Sementara itu, saham-saham utama Wall Street kompak melemah. Indeks Dow Jones turun 623,34 poin atau 2,37 persen ke 25.628. Sementara itu S&P turun 75,84 poin atau 2,59 persen ke 2.847 dan Nasdaq Composite turun 239,62 point atau 3 persen ke 7.751.
[Gambas:Video CNN] (ulf/lav)