Analis Artha Sekuritas Dennies Christoper Jordan mengatakan secara teknikal indeks menunjukkan potensi penguatan dalam jangka pendek.
"Sentimen global diperkirakan masih akan mempengaruhi pergerakan IHSG," kata Dennies dikutip dari risetnya, Selasa (27/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia meramalkan indeks akan bergerak di rentang 6.200-6.327.
IHSG terpantau berhenti di zona merah pada penutupan perdagangan Senin (26/8). Indeks ditutup di level 6.214 turun 41,08 poin atau 0,66 persen. Mengutip RTI Infokom, pelaku pasar asing tercatat jual bersih atau net sell di seluruh pasar sebesar Rp885,6 miliar.
China mengatakan akan mengenakan tarif tambahan 5-10 persen pada 5.078 produk AS. Meliputi, kedelai, minyak mentah, dan pesawat kecil. China juga mempertimbangkan memberlakukan kembali tarif mobil dan suku cadang mobil yang berasal dari AS.
"Investor asing ketakutan akan imbas tensi perang dagang yang memanas sehingga melakukan jual bersih," katanya.
Sementara itu, saham-saham utama Wall Street naik pada Senin (26/8) setelah Presiden AS Donald Trump meramalkan kesepakatan perdagangan dengan China. Pernyataan Trump itu meredakan kekhawatiran investor terkait perang dagang.
Dow Jones naik 269,93 poin atau 1,05 persen menjadi 25.898. Lalu, S&P 500 naik 31,27 poin atau 1,10 persen menjadi 2.878, dan Nasdaq Composite naik 101,97 poin atau 1,32 persen menjadi 7.853.
[Gambas:Video CNN] (ulf/lav)