"Jadi kami sepakat subsidi solar ditetapkan Rp1.500 per liter," ungkap Wakil Ketua Komisi VII DPR Ridwan Hisjam, Rabu (28/8).
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengatakan penurunan subsidi solar dilakukan agar pemerintah bisa memberikan subsidi ke sektor lain yang lebih produktif. "Kami ingin kurangi subsidi supaya penggunaan lebih tepat sasaran," ucap Jonan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara, DPR juga memutuskan untuk menambah subsidi liquified Petroleum gas (LPG) menjadi 7,5 juta metrik ton dari target di RAPBN 2020 yang sebanyak 7 juta metrik ton. "7,5 juta metrik ton sudah pas, kami putuskan ya," ucap Ridwan.
Secara keseluruhan, subsidi energi dalam RAPBN 2020 turun menjadi Rp137,5 triliun dari prospek 2019 yang mencapai Rp142,6 triliun. Subsidi ini terdiri dari listrik, serta bahan bakar minyak (BBM) dan LPG.
Penurunan terutama terjadi padasubsidiBBMdanLPG dari Rp90,3 triliun menjadi Rp75,3 triliun. Sementara itu, listrik dinaikkan menjadi Rp75,3 triliun dari sebelumnya Rp90,3 triliun. (aud/agt)