Hal itu disampaikannya saat berdialog bersama petani yang tergabung dalam Gabungan Kelompok Petani (Gapoktan) di Kecamatan Muara Padang, Banyuasin, Sumatera Selatan, Rabu (28/8).
"Kalau bisa, 26 jam. 2 jam melamun, 24 jam bekerja. Kurangi tidur. Tidur dekat ekskavator (mesin pengeruk untuk penggalian) bareng pak Danramil. Bangun, kerja lagi. Dengan semangat kerja begini, Sumsel yang 5 besar penghasil pangan terbesar, nomor tiga di Indonesia bisa menjadi peringkat 1 pada 2020," ujarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Permintaan Amran agar petani bekerja 24 jam dilontarkan setelah Ketua Gapoktan Muara Padang Madtarli mengutarakan keinginan agar pemerintah menambah ekskavator dari 3 unit yang beroperasi saat ini. Alat ini dibutuhkan untuk menunjang pembuatan saluran air.
Menurut dia, dengan hanya 3 unit ekskavator yang ada, luasan saluran air yang dibangun di rawa-rawa yang baru dijadikan lahan garapan menjadi terbatas. Selain itu, luasan air tidak akan mencapai target dalam dua bulan ke depan.
Ia merespons kesanggupannya untuk memaksimalkan penggunaan alat berat sepanjang jumlah operator ditambah dan dibagi menjadi tiga shift, sembari mengingatkan bahwa petani juga harus ikut membantu kerja operator dan bekerja ekstra.
Sementara itu, Gubernur Sumsel Herman Deru berujar secara rinci 200 ribu ha lahan yang ditargetkan untuk Program Serasi tersebar di 9 kabupaten dengan bantuan 67 ekskavator.
Yakni, 82.559 ha di Banyuasin dengan bantuan 67 ekskavator, 12 ekskavator untuk 35.143 ha di Musi Banyuasin, 19 ekskavator untuk 67.948 ha di Ogan Komering Ilir, serta 1.200 ha di Ogan Ilir.
[Gambas:Video CNN]
Selain itu, 6 ekskavator untuk 4 ribu ha di Ogan Komering Ulu Timur, 3 ekskavator untuk 1.000 ha di Musi Rawas Utara, 2 ekskavator untuk 5.850 ha lahan di Penukal Abab Lematang Ilir, 1 ekskavator untuk 300 ha lahan di Ogan Komering Ulu, serta 3 ekskavator untuk 2 ribu ha lahan rawa di Muara Enim.
"Sumsel menargetkan bisa menjadi provinsi peringkat 1 penghasil pangan di Indonesia. Pak menteri menantang target bisa dicapai pada 2020. Kami siap," ujar Herman.
Ia menambahkan sektor pertanian memiliki potensi yang dapat menurunkan angka kemiskinan di Sumsel. Karenanya, pihaknya menyambut baik Program Serasi untuk meningkatkan kesejahteraan petani.
"Jika sebelumnya kami produksi rata-rata 7 ton per ha, kami target jadi 8 ton per ha lewat program ini. Pemerintah provinsi akan mendorong petani untuk bisa lebih modern, menggunakan alsintan dengan benar dan pengukuran PH air yang baik sebelum menebar benih," tandasnya. (idz/bir)