Dilansir dari Reuters, Kamis (29/8), harga minyak mentah berjangka Brent menguat US$0,98 atau 1,7 persen menjadi US$60,49 per barel. Penguatan juga terjadi pada harga minyak mentah berjangka AS West Texas Intermediate (WTI) sebesar US$0,85 atau 1,6 persen menjadi US$55,78 per barel.
Badan Administrasi Informasi Energi AS (EIA) mencatat persediaan minyak mentah AS turun 10 juta barel pada pekan lalu. Penurunan tersebut melampaui perkiraan analis yang memproyeksikan penurunan hanya 2,1 juta barel.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini merupakan laporan mengesankan yang mengerek harga, salah satu yang paling menaikkan harga selama beberapa waktu terakhir ialah penurunan minyak mentah karena dipicu oleh penurunan dari sisi impor," ujar Partner Again Capital John Kilduff di New York.
Menurut Kilduff, penurunan impor kemungkinan terjadi akibat merosotnya ekspor minyak mentah Arab Saudi ke AS.
Pada Senin (26/8), Presiden AS Donald Trump mengungkapkan keyakinan bahwa ia serius mencapai kesepakatan dagang bersama dengan China. Sementar itua, Wakil Perdana Menteri China Liu He menyatakan China ingin menyelesaikan sengketa yang ada melalui negosiasi yang tenang.
Kendati demikian, pada Selasa (27/8), kekhawatiran kembali mengemuka setelah Kementerian Luar Negeri (Kemlu) China menyatakan belum mendengar ada pembicaraan melalui telepon baru-baru ini antara kedua negara terkait perdagangan. Kemlu China berharap AS menciptakan kondisi yang memungkinkan untuk keduanya berbicara.
Sebagai catatan, harga minyak mentah di China telah merosot sekitar 20 persen dari level tertingginya tahun ini yang dicapai pada April lalu. Hal itu sebagian disebabkan oleh kekhawatiran akan perang dagang yang menekan perekonomian global dan dapat menggerus permintaan minyak.
Pada Rabu (28/8) kemarin, Morgan Stanley memangkas proyeksi harga minyak. Untuk Brent, proyeksi harga hingga akhir tahun turun dari sebelumnya US$65 per barel menjadi US$60 per barel. Sementara itu, untuk WTI turun dari US$58 per barel menjadi US$55 per barel seiring penurunan proyeksi permintaannya pada 2019 dan 2020.
[Gambas:Video CNN] (sfr/lav)