Sebelumnya, NTP merupakan indeks perbandingan harga yang diterima dan biaya yang dibayar petani. Artinya, jika NTP menurun, daya beli petani ikut melandai. Sebaliknya, jika NTP merangkak, daya beli petani ikut menguat.
"Salah satu penyebab kenaikannya (NTP) adalah kenaikan harga gabah dan jagung," ujar Kepala BPS Suhariyanto di kantornya, Senin (2/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di tingkat penggilingan, GKP secara bulanan merangkak 3,04 persen menjadi Rp4.856 per kg. Harga GKG juga naik 0,71 persen menjadi Rp5.423 per kg. Secara tahunan, harga GKP turun 0,3 persen tetapi GKG naik 0,43 persen
Kenaikan harga gabah dan jagung meyebabkan NTP subsektor tanaman pangan pada bulan lalu mencapai 104,75 atau meningkat 1,1 persen dibandingkan Juli 2019.
Berikutnya, NTP subsektor peternakan juga meningkat 0,97 persen menjadi 109,72.
Di sektor perikanan, NTP tercatat menanjak 0,6 persen menjadi 107,3.
Sementara itu, NTP subsektor tanaman perkebunan rakyat tercatat merosot 0,43 persen menjadi 93,82.
"Komoditas yang menyebabkan penurunan NTP untuk petani tanaman perkebunan rakyat antara lain adalah penurunan harga karet, kopi, dan kakao," tuturnya.
Harga Beras Naik
Seiring kenaikan harga gabah yang mengerek daya beli petani, harga sebagian besar jenis beras di tingkat penggilingan pada Agustus 2019 juga semakin mahal.
Secara bulanan, harga beras jenis premium naik 0,11 persen apabila dibandingkan bulan sebelumnya menjadi Rp9.530 per kg.
Demikian pula, harga beras kualitas medium yang meningkat 0,14 persen apabila menjadi Rp9.224 per kg. Kenaikan juga terjadi pada harga beras kualitas rendah sebesar 0,19 persen menjadi Rp8.953 per kg.
Jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu, harga ketiga jenis beras juga lebih mahal di mana untuk beras kualitas rendah harganya naik 0,79 persen, medium 0,56 persen, dan premium 0,76 persen.
Di tingkat konsumen, harga beras baik grosir maupun eceran merosot masing-masing sebesar 0,03 persen dan 0,09 persen. Kondisi ini menyebabkan harga beras tidak menyumbangkan inflasi pada Agustus 2019 yang tercatat sebesar 0,12 persen.
[Gambas:Video CNN] (sfr/lav)