Listrik Ibu Kota Baru Dipenuhi dari PLTA Sungai Kayan

CNN Indonesia | Kamis, 05/09/2019 13:13 WIB
Listrik Ibu Kota Baru Dipenuhi dari PLTA Sungai Kayan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko. (CNN Indonesia/Christie Stefanie).
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengatakan pemerintah sudah melakukan kajian pemenuhan pasokan listrik ke ibu kota baru di Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Kajian menunjukkan salah satu yang bisa memasok kebutuhan listrik ibu kota baru adalah PLTA Sungai Kayan, di Kalimantan Utara (Kaltara). Menurutnya, PLTA Sungai Kayan bisa menghasilkan listrik yang cukup besar dan tak jauh dari lokasi ibu kota baru.

"Nanti (PLTA) Sungai Kayan bisa menghasilkan (listrik) cukup besar, yang tidak terlalu jauh dari Kalimantan Timur. Jadi menurut saya sudah terkalkulasi," kata Moeldoko di Kantor Staf Presiden (KSP), Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (4/9).


Menurut Moeldoko, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) sudah menganalisis segala kebutuhan sarana dan prasarana bagi ibu kota pengganti DKI Jakarta.

"Sudah dianalisis secara baik oleh Bappenas, daya dukung untuk proyek pembangunan ibu kota, pasti sudah dihitung dengan baik," ujarnya.

Pembangunan PLTA Sungai Kayan ditandai dengan kontrak kerja sama antara PT Kayan Hidro Energi dan Powerchina International Group yang diteken pada 31 Oktober 2018.

Selanjutnya kedua perusahaan itu meneken pelaksanaan proyek pada Kamis 15 Agustus lalu.

PLTA yang dibangun di lahan seluas 12 ribu hektare itu ditargetkan dapat menghasilkan listrik hingga 9.000 megawatt. PLTA Sungai Kayan akan dibangun dalam lima tahap.

Bendungan pertama menghasilkan daya 900 megawatt, bendungan kedua 1.200 megawatt, bendungan ketiga dan keempat masing-masing 1.800 megawatt, serta bendungan kelima sekitar 3.200 megawatt.

[Gambas:Video CNN] (fra/agt)