Geopolitik 'Adem', Rupiah Menguat ke Rp14.153 dolar AS

CNN Indonesia | Kamis, 05/09/2019 08:49 WIB
Geopolitik 'Adem', Rupiah Menguat ke Rp14.153 dolar AS Ilustrasi nilai tukar rupiah. (CNN Indonesia/Hesti Rika).
Jakarta, CNN Indonesia -- Nilai tukar rupiah tercatat di posisi Rp14.153 per dolar AS pada perdagangan pasar spot Kamis (5/9) pagi. Posisi ini menguat 0,05 persen dibanding penutupan pada Rabu (4/9) yakni, Rp14.159 per dolar AS.

Pagi hari ini, sebagian besar mata uang utama Asia menguat terhadap dolar AS. Dolar Hong Kong menguat 0,01 persen, dolar Singapura menguat 0,01 persen, peso Filipina menguat 0,1 persen, ringgit Malaysia menguat 0,22 persen, dan won Korea Selatan menguat 0,51 persen.

Sementara itu, di kawasan Asia hanya yen Jepang dan baht Thailand yang melemah terhadap dolar AS dengan nilai masing-masing 0,02 persen dan 0,07 persen.


Di sisi lain, pergerakan nilai tukar mata uang negara maju bervariasi terhadap dolar AS. Poundsterling Inggris melemah 0,06 persen, namun euro tercatat stagnan dan dolar Australia menguat 0,11 persen terhadap dolar AS.


Direktur Utama PT Garuda Berjangka Ibrahim menyebutkan bahwa pasar optimis setelah pergolakan politik di Inggris reda. Kemarin, Parlemen Inggris memperkenalkan Rancangan Undang-Undang (RUU) baru agar bisa menghentikan Inggris keluar dari Uni Eropa tanpa aturan transisi (no-deal Brexit).

Sehingga, ada kemungkinan Inggris masih bisa cerai dari Uni Eropa dengan selamat dan memperpanjang tenggat waktunya menjadi Januari 2020.

Meski demikian, meredanya ketegangan politik di Inggris bukan satu-satunya hal yang bikin pelaku pasar kembali percaya pada mata uang berisiko termasuk rupiah. Dikutip dari Reuters, investor juga bereaksi atas berita positif di Hong Kong dan Italia.

Untuk Hong Kong, pemimpin Hong Kong Carrie Lam telah menarik rencana aturan ekstradisi yang kemarin sempat menjadi pangkal kerusuhan di Hong Kong. Kemudian, dari Italia, Perdana Menteri Giuseppe Conte memperkenalkan kabinet baru yang diharapkan bisa lebih mempererat hubungan dengan Uni Eropa.

"Dalam transaksi hari ini, rupiah kemungkinan masih akan menguat karena fundamental eksternal masih mendukung dengan range Rp14.145 hingga Rp14.200 per dolar AS," papar dia.
[Gambas:Video CNN] (glh/bir)