Pasalnya, analis Reliance Sekuritas Lanjar Nafi mengatakan investor meyakini para pemimpin bank sentral akan mengambil kebijakan yang memberikan stimulus bagi perekonomian dunia. Alasannya, gejolak perang dagang telah menekan perekonomian beberapa negara.
"Investor terus menimbang serangkaian stimulus baru yang diharapkan dari bank sentral dunia," kata Lanjar dalam risetnya, Selasa (10/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kabar itu membuat mayoritas bursa saham Asia menguat pada perdagangan Senin (9/9). Kondisi itu ditunjukkan oleh indeks Kospi Index di Korea Selatan naik 0,52 persen, dan Nikkei225 di Jepang naik 0,56 persen. Namun, indeks Hang Seng di Hong Kong menurun tipis 0,04 persen.
Pasar juga mencermati pertemuan Bank Sentral Eropa pada Kamis (12/9) mendatang. Serupa dengan China, otoritas moneter Eropa diprediksi akan memberikan stimulus guna mendorong ekonomi benua biru yang tengah lesu.
Lanjar menambahkan secara teknikal IHSG masih akan melanjutkan momentum positifnya. Ia memprediksi indeks melaju di rentang support 6.300 dan resistance 6.350.
[Gambas:Video CNN]
"Kami proyeksikan IHSG akan bergerak kembali mencoba menguat dan menguji level resistance," tuturnya.
"Secara teknikal mengindikasikan potensi profit taking jangka pendek," katanya.
Ia memperkirakan IHSG akan bergerak di rentang support 6.295-6.311 dan resistance 6.338-6.349.
Mengutip Reuters, saham-saham utama Wall Street berakhir variatif pada perdagangan Senin (9/9). Investor juga mencermati stimulus dari bank sentral di seluruh dunia.
Dow Jones naik 38,05 poin atau 0,14 persen menjadi 26.835. Lalu, S&P 500 turun 0,28 poin atau 0,01 persen menjadi 2.978 danNasdaq Composite turun 15,64 poin atau 0,19 persen menjadi 8.087.