Proyek 35 Ribu MW Beroperasi 11 Persen per Juli

CNN Indonesia | Rabu, 11/09/2019 11:39 WIB
Proyek 35 Ribu MW Beroperasi 11 Persen per Juli Ilustrasi Proyek 35 Ribu Megawatt. (ANTARA FOTO/Didik Suhartono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan realisasi mega proyek listrik 35 ribu Megawatt (MW) yang sudah beroperasi secara komersial (commercial operation date/COD) baru sebesar 11 persen atau setara dengan 3.768 MW per Juli 2019.

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Rida Mulyana mengatakan pembangkit listrik yang sudah berkomitmen untuk dibangun dan sedang berjalan sebesar 87 persen atau 30.960 MW. Sisanya, masih dalam tahap perencanaan.

"Sekitar 734 MW atau 2 persen masih tahap perencanaan," ungkap Rida, Selasa (10/9).


Sementara, pembangunan transmisi yang telah selesai dan beroperasi baru sebesar 17.522 kilo meter sirkuit (KMS) atau 37 persen dari target sebesar 47.566 KMS. Kemudian, transmisi 16.794 kms masih dalam proses penyelesaian.

"Sisanya sekitar 13.250 KMS atau 28 persen masih tahap pra konstruksi," terang dia.

Selanjutnya, gardu induk yang pembangunannya sudah selesai dan beroperasi sudah mencapai 56 persen dari target yang sebesar 114.284 mega volt ampere (MVA). Ini artinya, jumlah gardu induk yang beroperasi saat ini berkapasitas 64.080 MVA.

"Dalam proses penyelesaian 24.664 MVA dan sisanya sekitar 25.540 MVA masih tahap pra konstruksi," jelas Rida.

Sementara, Plt Direktur Utama PT PLN (Persero) Sripeni Inten Cahyani menyatakan program proyek percepatan listrik (fast track program/FTP) tahap I telah beroperasi dengan jumlah kapasitas 7.000 MW. Menurutnya, kapasitasnya akan bertambah bulan depan.

"Ada tambahan yang beroperasi 2.000 WM dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Jawa 7 sebesar 1.000 MW dan PLTU Cilacap 1.000 MW pada Oktober," katanya.

[Gambas:Video CNN] (aud/agt)