Menurutnya, ide ini sejatinya wajar saja. Pasalnya, perkembangan zaman dan perubahan kebutuhan membuat ruang kerja terbuka kerap dicari masyarakat.
Sementara di sisi lain, pemerintah juga memiliki kesempatan untuk menyediakan co-working space tersebut karena gedung kementerian/lembaga tak semuanya terisi penuh. Selain itu, banyak juga letak gedung kementerian dan lembaga yang berada di kawasan strategis, seperti di pusat ibu kota DKI Jakarta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bersamaan dengan peningkatan nilai aset barang milik negara, Sri Mulyani meminta seluruh kementerian/lembaga serta pemerintah daerah untuk bisa memaksimalkan nilai dan fungsi dari aset yang dimiliki. Upaya tersebut ia yakini akan mendongrak nilai aset tersebut.
Bahkan, bendahara negara itu meminta agar setiap pihak dapat melakukan pengelolaan, perencanaan, dan penggunaan barang milik negara dengan optimal. Begitu pula ketika menggunakan anggaran dalam rangka meningkatkan nilai tambah barang milik negara.
[Gambas:Video CNN]
"Jangan lupa penggunaannya harus bertujuan untuk pembangunan, sehingga mampu menciptakan kesempatan kerja dan mengurangi kemiskinan," katanya.
Khusus di bidang tata kelola, mantan direktur pelaksana Bank Dunia meminta agar pengelolaan barang milik negara dan anggaran bisa menuai hasil akhir Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). (uli/agt)