Ekonom Sebut PHK Bukalapak Tak Melulu Masalah Kinerja Lesu

CNN Indonesia | Kamis, 12/09/2019 21:58 WIB
Ekonom Sebut PHK Bukalapak Tak Melulu Masalah Kinerja Lesu Ilustrasi Bukalapak. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia -- Ekonomi menilai pemutusan hubungan kerja (PHK) yang dilakukan perusahaan perdagangan elektronik Bukalapak belum tentu mencerminkan kinerja keuangan perusahaan menurun. Hal itu dapat pula berarti menjalankan strategi efisiensi.

Kepala Departemen Ekonomi CSIS, Yose Rizal Damuri menanggapi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang dilakukan market place Bukalapak. Baginya, tindakan PHK ini tidak masalah karena belum tentu aktivitas Bukalapak menurun.

"Selama mereka masih memberi kontribusi kepada perekonomian terutama dalam arti kata menghubungkan para pelaku ekonomi yang ada di dalam ekonomi Indonesia seperti lebih efisien," kata Yose kepada CNNIndonesia.com.

Seperti studi yang telah dilakukannya, Yose menjelaskan bahwa perusahaan yang memiliki platform online bisa meningkatkan penjualan hingga 13 persen lebih tinggi dibanding perusahaan sejenis yang tidak memiliki kehadiran online.


Oleh karena itu, online platform Bukalapak bisa memberikan manfaat yang cukup tinggi bagi perusahaan, karena bisa menjangkau konsumen baru yang mungkin awalnya tidak bisa menjual produknya.

Menurut Yose, terdapat sejumlah alasan sebuah perusahaan e-commerce mengurangi jumlah pekerja. Pertama, kemungkinan perusahaan merasa bahwa persaingan di dunia e-commerce semakin ketat sehingga mereka harus mengurangi beban bisnisnya.

"Tetapi kedua bisa saja memang mereka sudah masuk pada teknologi yang otomatis. Seperti misalnya artificial intelligence (kecerdasan buatan) itu kan memungkinkan analisa yang tadinya dilakukan manusia," jelasnya.

Bukalapak mengakui bahwa aksi PHK ratusan karyawan dilakukan untuk penataan bisnis dan mulai beroperasi selayaknya perusahaan yang sudah tumbuh dewasa.

CEO dan pendiri Bukalapak, Azhmad Zaky mengatakan langkah pemangkasan karyawan untuk mewujudkan ambisi agar perusahaan balik modal (break even point/BEP) hingga mendapatkan keuntungan.

"Bukalapak menyatakan diri ingin menjadi e-commerce unicorn pertama yang meraih BEP atau bahkan keuntungan dalam waktu dekat," ujar Zaky saat dihubungi CNNIndonesia.com, Rabu (11/9).

[Gambas:Video CNN] (sas/lav)