Analis Artha Sekuritas Dennies Christoper Jordan mengatakan secara teknikal, indeks menunjukkan potensi pelemahan.
"Investor akan mencermati data perekonomian dalam negeri," kata Dennies dikutip dari risetnya, Senin (16/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:229 Saham Melemah, IHSG Keok ke 6.334 |
Tak sepakat dengan Dennies, Analis Indosurya Sekuritas, William Surya Wijaya meyakini IHSG bakal menguat di rentang 6.296-6.448.
"Rilis data neraca perdagangan akan memberi warna pada pola pergerakan IHSG hari ini," katanya.
Lihat juga:Berita Soal Perang Dagang Tekan Harga Minyak |
Ia mengatakan IHSG masih menunjukkan pola penguatan dalam jangka panjang. Jika terjadi koreksi, sambung dia, maka investor bisa memanfaatkan momentum itu untuk akumulasi beli saham-saham yang terdiskon.
Sementara itu, IHSG terpantau melemah pada penutupan perdagangan Jumat (13/9). Indeks ditutup di level 6.334 turun 7,33 poin atau 0,12 persen. Namun, sepanjang pekan indeks berhasil menguat sebesar 0,41 persen.
Saham-saham utama Wall Street bergerak variatif. S&P 500 mengakhiri pekan di zona merah akibat tekanan saham Apple(AAPL.O). Saham produsen elektronik itu melemah usai Goldman Sachs memangkas target harga sahamnya.
Dow Jones naik 37,07 poin atau 0,14 persen menjadi 27.219. Lalu S&P 500 turun 2,18 poin atau 0,07 persen menjadi 3.007 dan Nasdaq Composite turun 17,75 poin atau 0,22 persen menjadi 8.176. (ulf/lav)