Airlangga mengatakan ini merupakan salah satu gagasan kebijakan pemerintah untuk mendukung kebutuhan industri tekstil nasional. Tujuannya, agar industri tekstil dalam negeri mendapat suntikan modal dari investor luar.
Tujuan lain, untuk meningkatkan ekspor dari industri tekstil, sehingga bisa memberi dampak peningkatan ekspor secara keseluruhan dan mendongkrak pertumbuhan ekonomi Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rencananya, Kementerian Perindustrian juga akan berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan untuk melakukan harmonisasi impor tekstil di Pusat Logistik Berikat (PLB). "Nanti kami kaji kembali," imbuhnya.
Di sisi lain, pemerintah juga akan melihat kembali kemudahan perizinan bagi investor di sektor industri tekstil. Sebelumnya, Airlangga juga mengatakan tengah 'merayu' Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati untuk membebaskan pungutan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) impor kapas sebagai bahan baku industri.
Kekecewaan Kepala Negara berasal dari laporan perwakilan Bank Dunia di Indonesia yang menyebut bahwa ada 33 perusahaan keluar dari China. Dari jumlah tersebut, sebanyak 23 perusahaan memilih pindah ke Vietnam dan mendirikan bisnis di sana. Sisanya, 10 perusahaan pindah ke Malaysia, Kamboja, dan Thailand.
Menurutnya, perusahaan China enggan ke Indonesia karena masalah perizinan yang berbelit-belit. "Tidak ada yang ke Indonesia, tolong ini digarisbawahi. Hati-hati, berarti kita punya persoalan yang harus kita selesaikan," tutur Jokowi.
[Gambas:Video CNN] (uli/lav)