Rencana penambahan dana tersebut disampaikan Ketua Umum DPP REI Soeleman Soemawinata usai bertemu Jokowi Senin (16/9) kemarin.
Tambahan dana rencananya digelontorkan pekan depan. Suntikan dana diberikan guna mengejar target kekurangan pembangunan rumah FLPP.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sayangnya, ia enggan menyebut total realisasi pembangunan rumah berskema FLPP per Agustus lalu.
"Kami jadi cukup bisa untuk mengambil nafas sampai November, tapi ini tidak masalah. Sejauh kuota FLPP bisa direalisasikan di bulan September," katanya.
[Gambas:Video CNN]
Sementara untuk program satu juta rumah, pemerintah sejatinya memberikan kuota pembangunan rumah kepada REI sebanyak 400 ribu unit dari target 1,25 juta unit rumah pada tahun ini. Kemudian, sebanyak 60 ribu unit dibangun Himpunan Pengembang Pemukiman dan Perumahan Rakyat (Himperra) sebanyak 60 ribu unit dan 150 ribu unit oleh Asosiasi Pengembang Perumahan dan Pemukiman Seluruh Indonesia (APERSI).
"Kontribusi tiga asosiasi ini sudah hampir 65 persen dari program sejuta rumah. Per September 2019, sudah 600 ribu unit (dibangun) di PUPR, kami 60 persennya," terangnya.
Pada program sejuta rumah, realisasi pembangunan sebanyak 699 ribu unit rumah pada 2015, 805 ribu pada 2016, 904 ribu pada 2017, dan 1,1 juta pada 2018. Sedangkan tahun ini ditargetkan 1,25 juta unit rumah. Bila target tahun ini tercapai pun,totalnya hanya mencapai 4,75 juta unit rumah.