Menko Darmin Tak Khawatir Demo Bakal Ganggu Ekonomi RI

CNN Indonesia | Selasa, 24/09/2019 12:37 WIB
Menko Darmin Tak Khawatir Demo Bakal Ganggu Ekonomi RI Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution. (Dok. Sekretariat Kabinet)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengaku tak khawatir bila berbagai aksi unjuk rasa yang terjadi beberapa waktu terakhir bakal mengganggu perekonomian Indonesia. Khususnya, terhadap kinerja pasar keuangan dalam negeri.

Aksi demo terjadi di berbagai titik di Tanah Air. Para pedemo yang mayoritas didominasi oleh kalangan mahasiswa menolak kebijakan pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk mengesahkan sejumlah Rancangan Undang-Undang (RUU) yang dianggap tidak sesuai dengan kewenangan negara.

Kendati begitu, menurut Darmin, gelombang demonstrasi belum mengkhawatirkan. Terlebih, Darmin mengklaim pemerintah turut mengakomodasi permintaan para pedemo.


Misalnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah meminta lembaga legislatif untuk menunda pembahasan dan pengesahan Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP).

"Jadi jangan dibilang tidak ada langkah dari pemerintah, ada lah," ujar Darmin di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (24/9).

Sayangnya, mantan gubernur Bank Indonesia (BI) itu enggan memberi penjelasan lebih terkait dampak aksi demonstrasi kepada perekonomian dalam negeri. Ia juga enggan menanggapi pandangan Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko yang sempat menyebut bahwa UU Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghambat investasi.

Untuk itu, pemerintah menyetujui perubahan terhadap aturan hukum tersebut. "Saya tidak mau komentar, tanya Pak Moeldoko saja," katanya.

[Gambas:Video CNN]
Sebelumnya, Moeldoko mengatakan bahwa hasil survei yang dipantaunya menunjukkan bahwa pihak yang menyetujui revisi UU KPK jauh lebih tinggi ketimbang yang mempertahankannya. Ia merujuk pada hasil survei yang dilakukan oleh media nasional, Kompas, yaitu sebanyak 44,9 persen setuju revisi UU KPK.

"Yang kedua, bahwa ada alasan lagi lembaga KPK bisa menghambat upaya investasi," ucapnya, kemarin.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka di posisi 6.179,89 pada pagi ini. Kinerja pasar modal turun 26,52 poin atau 0,41 persen dari perdagangan sore kemarin, Senin (23/9).

(uli/lav)