Sri Mulyani Sebut Akses Teknologi Digital Belum Merata

CNN Indonesia | Selasa, 24/09/2019 05:59 WIB
Sri Mulyani Sebut Akses Teknologi Digital Belum Merata Sri Mulyani mengeluhkan soal akses teknologi digital yang belum merata di seluruh Indonesia. (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A).
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengeluhkan soal akses teknologi digital yang belum merata di Indonesia. Padahal, teknologi digital sangat membantu dalam meningkatkan perekonomian domestik.

"Di Jakarta, kita masih bisa mengakses teknologi digital. Tapi, semisal keluar dari Jakarta, yang masih di Jawa saja, masih ada daerah yang tidak well-served (dilayani dengan baik) teknologi digital, juga daerah di luar Jawa," katanya saat menghadiri Indonesia Fintech Summit & Expo 2019 di Jakarta, Senin (23/9).

Sri Mulyani menegaskan Indonesia bukan negara yang mendiskriminasi akses penggunaan teknologi digital, termasuk dalam bentuk fintech.


Karenanya, sambung ia, pemerintah berinvestasi pada pembangunan infrastruktur digital seperti Palapa Ring. Selain itu, pemerintah juga berupaya mengerek Sumber Daya Mineral (SDM) melalui anggaran pendidikan dan vokasi.

Tak hanya itu, dalam hal penerapan aturan pajak, pemerintah juga berupaya menciptakan a level playing field yang sama di sektor digital. "Ini adalah upaya untuk menyiapkan masyarakat dan ekonomi agar bisa mengambil manfaat dari perkembangan teknologi termasuk fintech," ucapnya.

Di tempat yang sama, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menilai pemerataan akses teknologi digital bisa dibantu oleh keberadaan fintech yang membuka akses layanan keuangan bagi masyarakat yang belum tersentuh oleh layanan perbankan.

"Saya harap bisa melihat usaha untuk membuka potensi fintech dan agen-agen mereka untuk bekerja bersama perbankan existing (yang ada saat ini) agar menyediakan pelayanan perbankan yang terjangkau," kata dia.

[Gambas:Video CNN]
Lebih lanjut, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengingatkan peran teknologi digital dalam mengerek inklusi keuangan dan ekonomi di Indonesia.

"Inklusi keuangan itu masyarakat kita yang selama ini belum tersentuh dunia keuangan bisa tersentuh kalau inklusi ekonomi adalah bagaimana ekonomi digital membantu UMKM sehingga bisa berinovasi khususnya melalui fintech," ujarnya.

Untuk itu, BI bersama dengan OJK dan Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) berupaya menciptakan suatu ekosistem pengembangan ekonomi digital yang baik agar dapat memicu perekonomian Indonesia.
(glh/sfr)