Tensi Perang Dagang Meningkat, Rupiah Melemah

CNN Indonesia | Rabu, 25/09/2019 08:35 WIB
Nilai tukar rupiah tercatat di posisi Rp14.120 per dolar AS pada perdagangan pasar spot Rabu (25/9) pagi. Posisi ini melemah 0,04 persen dibanding kemarin. Ilustrasi rupiah. (CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia -- Nilai tukar rupiah tercatat di posisi Rp14.120 per dolar AS pada perdagangan pasar spot Rabu (25/9) pagi. Posisi ini melemah 0,04 persen dibanding perdagangan pada Selasa (24/9) sore, yakni Rp14.114 per dolar AS.

Pagi hari ini, mayoritas mata uang utama Asia melemah terhadap dolar AS. Yen Jepang melemah 0,01 persen, dolar Singapura melemah 0,02 persen, baht Thailand melemah 0,06 persen, ringgit Malaysia melemah 0,06 persen, peso Filipina melemah 0,19 persen, dan won Korea Selatan melemah 0,23 persen.

Di kawasan Asia, hanya dolar Hong Kong yang menguat terhadap dolar AS dengan nilai sebesar 0,01 persen. Mata uang negara maju seperti dolar Australia, poundsterling Inggris, dan euro melemah terhadap dolar AS dengan nilai masing-masing 0,1 persen, 0,11 persen, dan 0,11 persen.

Direktur Utama PT Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan perang dagang antara AS dan China yang kian tidak jelas masih mempengaruhi rupiah.

Awalnya, negosiasi perang dagang terbilang lancar. Kedua negara mengadakan pertemuan interim pada akhir pekan lalu di Washington DC untuk menentukan poin-poin pembicaraan tingkat tinggi yang rencananya berlangsung bulan depan.

Selepas pertemuan itu, harusnya delegasi China berkunjung ke Montana untuk melihat usaha pertanian AS. Namun, tiba-tiba, China membatalkan kunjungan tersebut.

Situasi bertambah keruh setelah Presiden AS Donald Trump melemparkan keluhannya terkait praktik dagang China di majelis umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Selasa (24/9) waktu setempat. Bahkan, ia menegaskan tidak ingin meneken kesepakatan yang buruk.

Padahal, perang dagang yang berlarut-larut berpotensi bikin ekonomi dunia kian melambat. Sebagai cerminan kontraksi ekonomi tersebut, indeks manufaktur gabungan September yang dirilis Markit awal pekan ini menunjukkan skor 49,1 atau lebih rendah dibanding bulan sebelumnya 51,7.

"Dalam transaksi Rabu, rupiah kemungkinan masih akan melemah tetapi tidak terlalu melebar dengan range Rp14.070 hingga Rp14.125 per dolar AS," tutur dia.
[Gambas:Video CNN]


(glh/bir)