Padahal, biaya pengadaan gas, biaya operasional, dan kurs dolar Amerika Serikat (AS) terus meningkat.
"Dengan beban biaya yang terus meningkat tentu ruang bagi PGN untuk mengembangkan infrastruktur gas bumi menjadi semakin terbatas. Sementara, banyak sentra-sentra industri baru, seperti Jawa Tengah dan Jawa Timur yang belum terjamah gas bumi," seperti dikutip dari pernyataan resminya, Jumat (27/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara, cost recovery yang dibayarkan tahun ini diprediksi bisa dihemat sebesar US$1,66 miliar.
"Untuk tahun ini cost recovery (lebih hemat) karena (kontraktor) sudah mulai masuk ke gross split pada 2018 dan seterusnya. Insya Allah tahun depan hemat cost recovery US$1,78 miliar dolar," ungkap Arcandra, Jumat (27/9).
[Gambas:Video CNN]
Kendati diramalkan ada penghematan dari sisi cost recovery, Arcandra tetap memerintahkan pelaku usaha di sektor hulu untuk terus melakukan efisiensi demi menjaga harga gas agar tetap kompetitif.
"Dengan adanya penghematan-penghematan ini maka harga hulu baik gas dan minyak bisa kompetitif," katanya.
Sejauh ini, sambungnya, harga gas hulu sudah turun di beberapa tempat. Misalnya, Pipa Aru-Belawan yang diklaim Arcandra sudah turun sebesar US$1 per MMBTU, Jambaran-Tiung Biru lebih dari US$1 per MMBTU, Benoa sebesar US$2 per MMBTU.
"Dari tiga contoh ini apakah pemerintah peduli tidak dengan harga gas kompetitif? Iya. Ini baru tiga contoh, banyak yang lain," jelas Arcandra.